Page 38 - Petani Indonesia Dalam Belenggu Pasar Bebas
P. 38
Petani Indonesia Dalam Belenggu Pasar
penduduk merupakan petani padi, namun proporsi terbesar dari penduduk di desa ini,
sekitar 45 persen merupakan buruh tani.
Petani padi di Karawang menerapkan sistem pertanian padi intensif dengan dua kali
masa tanam setiap tahun. Petani bisa dikategorikan menjadi 3 kelompok yaitu petani
pemiliki lahan, petani penggarap dan buruh tani. Petani pemilik lahan adalah petani
yang memiliki sejumlah luasan lahan sawah, baik diusahakan sendiri maupun disewa
atau di buruhkan kepada petani lain. Rata rata luasan kepemilikan lahan di desa
Cikuntul adalah 0,3 hektar/keluarga tani namun distribusi kepemilikan lahan terjadi
kesenjangan. Pemusatan lahan terjadi pada sejumlah petani tertentu baik dari dalam
maupun luar desa, dan bisa mencapai lebih 10 hektar, namun mayoritas petani lain
hanya memiliki sawah yang kurang dari 1 hektar. Petani penggarap adalah petani yang
tidak memiliki sawah, yang menjalankan usaha tani dengan menyewa, menggadai
atau kerjasama dengan petani pemilik dengan sistem maro (bagi hasil). Buruh tani
adalah petani yang tidak memiliki lahan, bekerja dalam sistem usaha tani padi sebagai
buruh yang mendapat upah atas jasa yang dilakukan.
Salah satu fenomena penting dalam kehidupan sosial ekonomi keluarga petani di desa
ini adalah peningkatan jumlah perempuan yang bekerja sebagai tenaga kerja wanita di
luar negeri. Kecilnya pendapatan dari pertanian membuat keluarga petani
mengirimkan istri atau anak perempuannya menjadi TKW.
FGD Petani. Suasana
FGD petani
karawang mem‐
bahas masalah yang
dihadapi
Implikasi Pasar Bebas Bagi Petani: Kasus‐kasus Lapangan 30

