Page 35 - Petani Indonesia Dalam Belenggu Pasar Bebas
P. 35

Petani Indonesia Dalam Belenggu Pasar
                        3.  Rantai  pasokan  produk  yang  panjang  serta  ketidakadilan  dalam  distribusi
                            keuntungan dari pelaku dalam rantai pasokan
                        4.  Tidak  adanya  sistem  informasi  pasar  dan  harga  kepada  petani  pada  tingkat
                            lokal
                        5.  Menurunnya  dukungan  dan  perlindungan  pemerintah  terhadap  sentra
                            produksi pertanian unggulan
                        6.  Membanjirnya  produk  pangan  dan  pertanian  impor  yang  menekan  harga
                            produk pertanian domestik

                     Dalam  situasi  tersebut  maka  petani  lintas  komoditas  yang  berkumpul  di  Bogor
                     merumuskan beberapa masukan kepada pemerintah yang tertuang dalam dokumen
                     “Pandangan  dan  Masukan  Petani  Lintas  Komoditas  dari  Berbagai  Wilayah  di  Jawa“
                     sebagai wujud aspirasi petani terhadap pemerintah Indonesia dan para menteri dari
                     negara yang tergabung dalam G‐33.

                     B.  Studi Kasus Lapangan

                     1.  Kasus Petani Padi di Karawang

                     Beras  merupakan  produk  strategis  bagi  Indonesia  atas  dua  alasan  utama.  Pertama,
                     beras  merupakan  makanan  pokok  bagi  sekitar  215  juta  penduduk  Indonesia,  dan
                     karena  itu  beras  merupakan  penyokong  ketahanan  pangan  nasional.  Kedua,  sektor
                     perberasan  merupakan  sumber  penghidupan  bagi  sekitar  13,6  juta  petani,  dimana
                     sebagian  besar  merupakan  petani  dengan  skala  usaha  yang  kecil  dengan  rata  rata
                     penguasaan  lahan  kurang  dari  0,5  hektar/keluarga.  Ketiga,  sektor  perberasan,
                     memberikan sumbangan besar bagi perekonomian nasional, dengan menyumbang Rp.
                     57 trilyun terhadap PDB dan menyerap tenaga kerja sebesar 21 juta penduduk.

                     Sejarah kebijakan perberasan di  Indonesia menggambarkan bahwa sektor perberasan
                     selalu  mendapatkan  perhatian  paling  besar  dari  pemerintah  dibanding  sub‐sektor
                     pertanian lainnya, dan menjadi indikator bagi keberhasilan pembangunan pertanian.
                     Berbagai  program  pembangunan  pedesaan,  seperti  pembangunan  infrastruktur  dan
                     pengentasan  kemiskinan  selalu  terkait  dengan  sektor  perberasan  sebagai  generator
                     ekonomi pedesaan.

                     Ada pandangan umum yang hampir semua pihak sepakat bahwa ketahanan pangan
                     nasional  harus  didukung  oleh  ketersediaan  beras  dari  produksi  dalam  negeri  dan
                     Indonesia  harus  menjadi  negara  swa‐sembada  beras.  Oleh  karena  itu  maka
                     pemerintah  menempatkan  beras  menjadi  salah  satu  sektor  yang  mendapatkan
                     proteksi dari pengaruh perdagangan global. Pemerintah menerapkan kebijakan harga
                     dasar, memberikan subsidi kepada petani dan pengelolaan stok beras nasional untuk


                     Implikasi Pasar Bebas Bagi Petani: Kasus‐kasus Lapangan                           27
   30   31   32   33   34   35   36   37   38   39   40