Page 33 - Petani Indonesia Dalam Belenggu Pasar Bebas
P. 33
Petani Indonesia Dalam Belenggu Pasar
mayoritas rakyat juga tertekan oleh kesimpang siuran kebijakan impor beras yang
dimanfaatkan oleh pedagang untuk menekan harga gabah mereka.
Secara umum menurut penilaian petani terjadi kemunduran dalam pertanian
Indonesia, bahkan kerentanan akibat situasi keterbukaan pasar yang membuat
tekanan terhadap produk petani Indonesia, sementara itu dukungan kebijakan dan
program masih belum menyentuh pelaku usaha tani yang sesungguhnya. Hal ini
mengakibatkan degradasi sumber sumber penghidupan petani, ditengah berbagai
kebijakan publik yang justru kontra produktif terhadap pembangunan pertanian dan
pemberdayaan petani, seperti kenaikan harga BBM, salah urus dan sasaran subsidi
pupuk, kebijakan impor produk pertanian serta tidak adanya perlindungan pasar bagi
petani.
Box. 1. Kutipan Suara Petani
Apel Batu sebentar lagi tinggal kenangan, karena kalah bersaing dengan
Apel Washington. Saya bingung kenapa apel yang datangnya jauh dari
Amerika bisa lebih murah dari Apel Batu yang diproduksi di negeri sendiri
….(Gatot, petani Apel dari Malang)
Di desa kami dulu semua petani menanam bawang putih, tapi sekarang
tidak ada yang mau menanam karena harganya kalah dengan bawang
putih impor….(Ainurrohim, , petani bawang putih dari Tegal)
Pada saat panen raya, di lapak lapak piggir jalan justru membanjir bawang
merah impor. Bawang impor bentuknya besar sehingga beberapa petani
menggunakannya sebagai bibit akibatnya malah terjadi ledakan hama dan
penyakit ….(Jamali, petani bawang merah dari Brebes)
Subsidi pemerintah tidak pernah sampai ke petani. Saya tidak bisa
membedakan mana pupuk yang disubsidi mana yang tidak,karena
kenyataannya harga sama..sebenarnya siapa yang menikmati subsidi
….(Dayat Hidayat, petani sayuran dari Sukabumi)
Begitu koran dan televisi memberitakan masalah impor beras, tengkulak
sudah menurunkan harga gabah…alasannya karena banyak beras impor
maka harga gabah juga turun …bener nggak sih ….(Olim Ridwanullah,
petani padi dari Karawang)
Implikasi Pasar Bebas Bagi Petani: Kasus‐kasus Lapangan 25

