Page 28 - Petani Indonesia Dalam Belenggu Pasar Bebas
P. 28
Petani Indonesia Dalam Belenggu Pasar
USA. Hal ini tidak sekedar hilangnya kekuatan ekonomi tetapi juga hilangnya budaya
dan akhirnya hilangnya kedaulatan bangsa.
4. FTA Indonesia – Australia
Indonesia juga mulai menjajagi untuk membangun FTA dengan Australia. Joint Expert
Group yang terdiri dari para pakar dan perwakilan pengusaha telah dibentuk pada
tahun lalu untuk melihat peluang investasi dan perdagangan kedua negara untuk
mengarah pada perdagangan bebas (Detik Finance, Juni 2007). Joint Feasibility Study
on Bilateral Free Trade Agreement (FTA) between Indonesia and Australia akan
rampung pada pertengahan tahun 2008. Studi kelayakan bersama ini merupakan uji
kelayakan dan diharapkan dapat memberi gambaran serta analisa mengenai manfaat
yang didapat dari FTA dan hambatan‐hambatan yang mungkin dialami dalam
hubungan ekonomi kedua negara. Rekomendasi studi bersama tersebut dapat
dimanfaatkan kedua pihak untuk dilanjutkan ke tahap negosiasi.
Australia dan Indonessia memiliki hubungan perdagangan dan investasi yang cukup
besar, yaitu di sektor perdagangan mencapai nilai 10,4 miliar dolar AS pada 2006.
Sementara ekspor barang Australia ke Indonesia tumbuh sebesar 22,6 persen, dengan
nilai 44,4 miliar dolar Australia. Ekspor produk utama Australia adalah gandum,
minyak mentah, aluminium, ternak dan kapas. Sementara ekspor barang Indonesia ke
Australia, berkembang hingga 24,2 persen dengan nilai 4.5 miliar dolar Australia pada
2006. Ekspor utama produk Indonesia ke Australia adalah minyak mentah, emas selain
uang logam emas, kertas dan kardus, serta kayu olahan.
Sektor pertanian akan menjadi sektor yang penting karena Australia dikenal sebagai
negara eksportir pertanian di dunia terutama buah, sayur dan daging sapi, sementara
Indonesia dihadapkan pada situasi membanjirnya produk pertanian impor (impor
surges) terutama untuk buah buahan dan daging sapi.
5. FTA Indonesia ‐ Korea
st
Pertemuan pertama Gugus Tugas Indonesia−Korea Selatan (The 1 Joint Task Force
Meeting between Republic of Indonesia and Republic of Korea) yang dilaksanakan pada
bulan Mei 2007 telah kemarin menyepakati sejumlah hasil‐hasil penting. Gugus tugas
itu merupakan tindak lanjut Deklarasi Bersama antara Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono dan Presiden Rooh Moo‐Hyun mengenai Kemitraan Bersama
Mempromosikan Persahabatan dan Kerjasama di Abad ke 21 yang ditandatangani
kedua pemimpin itu tanggal 4 Desember 2006.
Pertemuan Gugus Tugas yang dipimpin bersama oleh Menko Perekonomian Boediono
dan Menteri Perdagangan, Industri dan Energi Korea Kim Young‐Ju dihadiri oleh
Indonesia dan Perjanjian Perdagangan Bebas 21

