Page 31 - Petani Indonesia Dalam Belenggu Pasar Bebas
P. 31

BAB 4.

                     IMPLIKASI PASAR BEBAS BAGI PETANI: KASUS-KASUS
                     LAPANGAN




                          ”....Apel  Batu  sebentar  lagi  tinggal  kenangan,  karena  kalah  bersaing
                          dengan Apel Washington. Saya bingung kenapa apel yang datangnya jauh
                          dari  Amerika  bisa  lebih  murah  dari  Apel  Batu  yang  diproduksi  di  negeri
                          sendiri ….” (Gatot, petani Apel dari Malang)



                     A.   Situasi Petani dalam Era Pasar Bebas: Pandangan dan Masukan Petani
                        dalam Pertemuan Petani Lintas Komoditas

                     Pada tanggal 18‐19 Maret 2007 bertempat di Wisma Duta Berlian, Bogor, berkumpul
                     30  duta  petani  dari  berbagai  komoditas  dari  berbagai  wilayah  di  Jawa  untuk
                     mendiskusikan implikasi dari perdagangan bebas terhadap kehidupan mereka. Tujuan
                     dari pertemuan tersebut adalah bertukar pengalaman sesama petani terkait dengan
                     permasalahan  yang  mereka  hadapi  terkait  dengan  situasi  pasar  khususnya  dan
                     pertanian  pada  umumnya,  serta  merumuskan  masukan  dan  pandangan  untuk
                     pemerintah RI terkait dengan Konferensi Tingkat Menteri (KTM) G‐33 di Jakarta pada
                     minggu yang sama. KTM G‐33 diselenggarakan dalam rangka konsolidasi pemerintah
                     negara berkembang anggota G‐33 dalam merumuskan posisi perundingan pertanian di
                     WTO.  Perwakilan  Petani  berkesempatan  untuk  menyampaikan  secara  langsung
                     aspirasi mereka dalam forum KTM G‐33 tersebut sebagai suara petani Indonesia untuk
                     mendukung  perjuangan  G‐33  dalam  melindungi  petani  dan  pertanian  di  negara
                     berkembang.

                     Petani  yang  hadir  berasal  dari  berbagai  kabupaten  seperti  dari  Karawang,  Subang,
                     Sukabumi,  Bogor,  Bandung,  Boyolali,  Tegal,  Brebes,  Wonogiri  dan  Malang,  dimana
                     mereka menanam berbagai ragam komoditas mulai dari palawija (beras, jagung dan
                     kedelai),  sayuran  (cabai,  bawang  merah,  bawang  putih,  kentang,  tomat,  kacang
                     kacangan dan kol), buah buahan (nenas, apel, durian, jeruk dan petai), beternak sapi
                     dan produsen susu perah serta petambak ikan dan udang. Acara ini diprakarsai oleh
                     KRKP ini, merupakan inisiatif pertama kali dimana petani dari berbagai komoditas yang
                     merupakan  pelaku  utama  dalam  pertanian  secara  langsung  difasilitasi  untuk
   26   27   28   29   30   31   32   33   34   35   36