Page 34 - Petani Indonesia Dalam Belenggu Pasar Bebas
P. 34
Petani Indonesia Dalam Belenggu Pasar
Box 2. Pandangan dan Masukan Petani Lintas Komoditas dari Berbagai Wilayah di Jawa
Pandangan Petani tentang Pasar Bebas :
1. Pasar bebas membuat pasar pertanian di Indonesia menjadi semakin terbuka. Pemerintah kurang
memberikan perlindungan bagi petani, sehingga terjadi banjir produk pertanian impor sampai ke
pasar pasar dalam negeri sampai ke pasar pedesaan.
2. Membanjirnya produk pertanian impor yang berharga murah membuat produk unggulan petani
Indonesia mengalami keterpurukan. apel malang tertekan oleh apel washington, bawang merah
impor beredar bebas di sentra bawang di brebes, ketang dari australia menekan ketang dari
pangalengan, sentra bawang putih di brebes kini tinggal kenangan karena banyaknya bawang
impor, sentra nenas di Subang mulai tertekan dan terutama impor beras yang menekan petani di
sentra padi di Karawang dan Subang.
3. Pasar bebas telah membuat ketimpangan dalam pasar, dimana produk pertanian dari petani
miskin yang tanpa subsidi negara berkembang harus bersaing dengan petani kaya di negara maju
yang disubsidi negaranya
Pandangan dan Masukan Petani untuk G‐33:
1. Petani menyerukan G‐33 terus memperjuangkan kepentingan perlindungan petani kecil di negara
berkembang dari takanan pasar bebas
2. Petani mendorong G‐33 untuk bersatu padu untuk melawan tekanan negara maju yang terus
memaksakan pasar bebas
3. Petani menuntut G‐33 untuk menyamakan persepsi dan pandangan diantara anggotanya untuk
terus mempertahankan upaya untuk melindugi petani.
Pandangan dan Masukan Petani terhadap Pemerintah Indonesia
1. Pemerintah harus membatasi impor produk pertanian secara ketat, terutama untuk produk
pertanian yang menyangkut kehidupan petani kecil dan menentukan hajat hidup masyarakat luas
2. Pemerintah tidak menyerahkan pasar pertanian kepada pasar bebas,namun melakukan
pengaturan pasar dan penentuan harga yang layak bagi produk produk petani kecil
3. Pemerintah harus menetapkan tarif impor yang sesuai dan mencegah penyelundupan produk
pertanian untuk melindungi produk pertanian petani kecil
4. Pemerintah mengutamakan penguatan pasar dalam negeri dengan mengembangkan kapasitas
kelembagaan petani dalam produksi dan pemasaran
5. Pemerintah harus menyebarkan informasi tentang aturan perdagangan internasional terutama di
daerah daerah, serta mendorong pemerintah daerah untuk melindungi produk unggulan mereka
dari tekanan pasar bebas
6. Pemerintah harus meningkatkan subsidi bagi petani dan mengoreksi sistem subsidi selama ini dari
subsidi sarana produksi menjadi subsidi harga yang langsung dirasakan petani
7. Pemerintah harus melibatkan petani dalam penentuan kebijakan tentang pasar
8. Pemerintah juga harus mengembangkan kebijakan seperti penguatan kapasitas petani dan
kampanye konsumsi produk pertanian dalam negeri untuk memperkuat pertanian dalam negeri
Pada intinya terdapat beberapa masalah pokok terkait dengan pasar bebas dari hasil
diskusi petani lintas komoditas yakni:
1. Peningkatan biaya produksi terutama input produksi pertanian
2. Subsidi dan bentuk dukungan pemerintah tidak dinikmati oleh petani
Implikasi Pasar Bebas Bagi Petani: Kasus‐kasus Lapangan 26

