Page 27 - Petani Indonesia Dalam Belenggu Pasar Bebas
P. 27

Petani Indonesia Dalam Belenggu Pasar
                     pemeriksaan di Singapura. Selain itu, Indonesia juga harus melindungi hak kekayaan
                     intelektual terhadap produk‐produk yang berasal dari USA.

                     Dampak dari BTA dengan USA dalam bidang pertanian dapat dilihat pada pertanian
                     global dan rantai makanan yang meliputi empat aktivitas utama yaitu:
                     1.   produksi dan distribusi gen, benih dan sarana produksi kimiawi gen, benih dan
                          sarana produksi kimiawi diproduksi dan dijual ke petani
                     2.   perdagangan  pangan  dan  serat  dan  proses  pasca  panen  awal  hasil  usaha  tani
                          perusahaan membeli hasil usaha tani dari petani dan diproses awal oleh industri
                          perantara
                     3.   pemrosesan  lanjutan  (industri  pangan)  perusahaan  pengolah  membeli  hasil
                          usaha tani yang sudah diproses awal dari industri perantara untuk diproses lebih
                          lanjut
                     4.   distribusi  pangan:  supermarket  perusahaan  pengolah  menjual  hasil  olahan
                          produk pertanian ke konsumen melalui outlet penjualan seperti supermarket.

                     Dengan  adanya  BTA  dengan  USA,  Indonesia  menjalani  jalur  cepat  menuju  ‘peng‐
                     amerika‐an’ dimana Indonesia harus mengikuti seluruh keinginan USA dan menerima
                     bahwa cara ala USA adalah cara yang terbaik. Hal ini bukan saja memberatkan secara
                     ekonomi,  tetapi  juga  bisa  merusak  kearifan  lokal  yang  berujung  pada  hilangnya
                     budaya. Dalam hal pertanian, banyak cara‐cara pertanian tradisional yang lebih sesuai
                     untuk tiap daerah yang didapatkan dari ratusan tahun pengalaman. Dengan masuknya
                     cara bercocok tanam ala USA, petani Indonesia harus mengubah cara kerja mereka.
                     Cara bercocok tanam ini juga membutuhkan biaya besar karena membutuhkan sarana
                     produksi impor. Sarana produksi ini belum tentu cocok digunakan di tanah Indonesia,
                     dan jika ketidakcocokan ini terus menerus dipaksakan bisa mengalibatkan kerusakan
                     lingkungan.  Jika  produk  yang  dihasilkan  sesuai  dengan  permintaan  memang  pasar
                     sudah siap menampung. Tetapi pasar yang menampung hanya satu konsumen, baik
                     konsumen  yang  menampung  untuk  langsung  dijual  ke  pengguna  akhir  (end  user)
                     seperti  retailer  atau  konsumen  yang  menampung  untuk  diolah  lebih  lanjut  seperti
                     industri pengolahan. Akibat yang tersedia hanya satu pasar, maka posisi petani adalah
                     sebagai penerima harga (price taker) sementara konsumen bisa menentukan harga.
                     Memang  belum  tentu  petani  mendapatkan  perlakuan  tidak  adil,  misalnya  dalam
                     penentuan  harga,  tetapi  dengan  posisi  seperti  ini  kemungkinan  ketidakadilan  selalu
                     ada. Jika dibandingkan dengan pasar tradisional dimana lebih banyak pembeli, petani
                     bisa mendapatkan kepastian akan perlakuan yang adil.

                     Jika  ditilik  lebih  lanjut,  BTA  Indonesia  dengan  USA  tanpa  disadari  mengakibatkan
                     hegemoni  USA  terhadap  Indonesia.  Semua  hal  harus  dilakukan  dengan  cara  USA,
                     dengan menggunakan produk USA, sesuai dengan standar USA dan kemudian dijual ke




                     Indonesia dan Perjanjian Perdagangan Bebas                                        20
   22   23   24   25   26   27   28   29   30   31   32