Page 41 - Petani Indonesia Dalam Belenggu Pasar Bebas
P. 41
Petani Indonesia Dalam Belenggu Pasar
mekanisme pasar bebas maka dipastikan harga beras petani akan jatuh, karena secara
umum panen padi di Karawang bersamaan dalam skala luas tergantung golongan air
irigasi. Panen raya pasti akan jatuh harga, apalagi dengan adanya beras impor.
Adanya beras impor juga dimanfaatkan pedagang untuk memperoleh keuntungan
dengan menipu masyarakat. Petani menyatakan sudah menjadi rahasia umum, dan
sangat mudah dikenali oleh petani praktek pengoplosan beras antara beras produk
dalam negeri dan impor.
Adanya impor beras menurut petani adalah karena kelemahan pemerintah dalam
mendata produksi beras secara tidak akurat. Pemerintah mendata jumlah beras hanya
beras yang ada di pasar, namun tidak mengetahui jumlah beras yang sebenarnya
diproduksi oleh petani melihat cara pendataan yang dilakukan Petugas Penyuluh
Lapang (PPL) sangat tidak akurat. PPL mendata produksi beras dengan cara ubinan dan
wawancara dengan petani,bahkan seringkali hanya kira kira saja.
Petani juga menyatakan keberatan ketika beras ditempatkan sama dengan produk
pertanian lainnya, karena beras adalah makanan pokok yang menentukan kehidupan
masyarakat. Beras harus dilindungi dari pasar bebas, karena kalau tidak maka
pedagang akan bebas mengimpor dan mengekspor beras tanpa mempertimbangkan
kebutuhan beras bagi masyarakat terutama masyarakat miskin. Dengan saat ini saja,
keuntungan dari usaha tani padi semakin kecil, kehidupan petani semakin berat
karena tekanan biaya hidup yang tinggi, apalagi jika pasar dibebaskan maka dipastikan
kemiskinan akan semakin banyak dan kelaparan ada dimana mana.
e. Rekomendasi Petani
Beberapa rekomendasi petani padi Desa Cikuntul adalah:
- Pemerintah harus campur tangan dalam pemasaran beras dan menjamin harga
dasar pembelian pemerintah bisa dinikmati petani
- Pemerintah memperbaiki pendataan produksi dan konsumsi beras sehingga
data menjadi akurat untuk memutuskan apakah perlu melakukan impor beras
apa tidak
- Pemerintah mengatur harga pupuk dan sarana produksi yang semakin tinggi
dan memberatkan petani
- Pemerintah membatasi sekecil mungkin impor beras, dan tidak
memperbolehkan beras impor masuk ke wilayah sentra produksi seperti
Karawang
- Pemerintah harus menindak pedagang yang mengoplos beras dengan beras
impor,karena akan merusak harga beras di pasar dalam negeri
Implikasi Pasar Bebas Bagi Petani: Kasus‐kasus Lapangan 33

