Page 42 - Petani Indonesia Dalam Belenggu Pasar Bebas
P. 42
Petani Indonesia Dalam Belenggu Pasar
- Pemerintah membantu petani meningkatkan kualitas produksi sehingga
produk pertanian Indonesia tidak kalah bersaing dengan produk pertanian
impor
- Pemerintan memperbaiki sarana jalan dan irigasi untuk mendukung
peningkatan produksi dan pemasaran padi di Karawang
f. Partisipasi Petani untuk Perubahan
Secara umum petani ingin semua pihak memperhatikan kehidupan mereka karena
tanpa petani padi tidak ada beras, tanpa beras maka kelaparan di mana mana. Namun
sampai sekarang petani padi belum sejahtera bahkan kehidupan mereka semakin sulit
karena tingginya biaya untuk kebutuhan sehari‐hari. Petani perlu terlibat untuk
menyuarakan kepentingan mereka, namun disisi lain pemerintah juga diminta terjun
langsung ke lapangan untuk memahami kehidupan petani saat ini.
2. Kasus Petani Sayuran di Sukabumi
Sayuran merupakan kebutuhan pangan penting selain beras sebagai makanan pokok.
Perubahan lingkungan strategis terutama liberalisasi perdagangan berdampak pada
kinerja ekspor dan impor produk hortikultura. Menurut data dari Deptan (2006),
kinerja ekspor dan impor produk hortikultura mengalami fluktuasi dari 1995 sampai
2005. Sebelum krisis volume ekspor lebih besar dibanding impor namun pasca krisis
yang terjadi adalah sebaliknya yaitu impor lebih tinggi dibanding ekspor.
Dari penerapan tarif impor, tarif impor hortikultura mengalami penurunan tajam sejak
ratifikasi pemerintah terhadap WTO. Pada tahun 1994 tarif rata rata untuk produk
hortikultura adalah 26,1 %, menurun drastis menjadi rata rata 5 % pada tahun 1998,
dan beberapa diantaranya menerapkan tarif 0 %. Penurunan tarif ini merupakan
indikasi dari tekanan berbagai kesepakatan perdagangan internasional baik dalam
kerangka multilateral maupun regional/bilateral.
Penurunan tarif impor membuka masuknya produk hortikultura dari luar ke pasaran
dalam negeri. Hal ini diperparah dengan semakin bebasnya produk impor untuk
masuk ke pasar pasar tradisional, sehingga sangat mudah ditemukan berbagai produk
hortikultura impor sampai ke pelosok pelosok pedesaan. Membanjirnya produk impor
tidak hanya berkontribusi bagi semaki sempitnya ruang produk domestik, namun juga
meningkatkan preferensi konsumen atas produk impor. Hal ini semakin memperberat
tantangan produk hortikultura domestik dalam bersaing di pasaran.
Implikasi Pasar Bebas Bagi Petani: Kasus‐kasus Lapangan 34

