Page 21 - Petani Indonesia Dalam Belenggu Pasar Bebas
P. 21

Petani Indonesia Dalam Belenggu Pasar
                     Dampak FTA bisa dipandang dalam konsep trade creation dan trade diversion (Viner,
                     1950).  Trade  creation  (penciptaan  perdagangan)  terjadi  saat  suatu  negara
                     menggantikan produk domestik dengan produk impor dari negara lain yang terlibat
                     dalam FTA dengannya, karena lebih murah untuk mengimpor daripada memproduksi
                     sendiri.  Penciptaan  perdagangan  dianggap  dapat  menaikkan  kesejahteraan  negara‐
                     negara yang terlibat dalam FTA karena sumberdaya bisa digunakan untuk produksi hal
                     lain  yang  lebih  efisien.  Trade  diversion  (pengalihan  perdagangan)  terjadi  saat  suatu
                     negara beralih dari mengimpor dari negara yang lebih efisien tetapi tidak terlibat FTA
                     dengannya,  ke  negara  yang  kurang  efisien  tetapi  terlibat  FTA  dengannya,  karena
                     dengan hilangnya hambatan tarif antar negara yang terlibat FTA hal ini menjadi lebih
                     murah untuk dilakukan. Pengalihan perdagangan dianggap mengurangi kesejahteraan
                     karena  sumberdaya  beralih  dari  produsen  yang  efisien  ke  produsen  yang  kurang
                     efisien.

                     Pada  umumnya,  FTA  menyebabkan  penciptaan  perdagangan  dan  pengalihan
                     perdagangan  terjadi  secara  bersamaan  dimana  efek  yang  paling  besar  antara
                     penciptaan maupun pengalihan perdagangan tergantung dari struktur FTA. Seringkali
                     FTA melibatkan banyak negara dan banyak produk sehingga semakin sulit dievaluasi
                     dampak ekonomisnya.

                     Para ekonom yang menyetujui FTA pada dasarnya berpendapat bahwa FTA mampu
                     memberikan kontribusi baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang bagi negara
                     yang terlibat di dalamnya. FTA diklaim mampu meningkatkan efisiensi produksi karena
                     produsen akan menghadapi kompetisi karena hilangnya hambatan perdagangan. FTA
                     juga  mampu  meningkatkan  skala  ekonomis  karena  produsen  bisa  berproduksi  lebih
                     banyak  karena  luasnya  pasar.  Dengan  FTA  maka  akan  memberikan  daya  tarik  bagi
                     investasi  luar  negeri  dari  negara  yang  tidak  terlibat  dalam  FTA  karena  ingin
                     memanfaatkan perjanjian perdagangan di negara yang bersangkutan.

                     Selain pendapat akan trade creation dan trade diversion, ada pula pula pendapat yang
                     menolak  perdagangan  bebas  secara  umum  karena  perdagangan  bebas  mengancam
                     kesejahteraan  pekerja  dari  sektor  yang  sensitif  terhadap  impor  dan  mengancam
                     kelestarian  lingkungan  serta  mengancam  kedaulatan  suatu  negara.  Liberalisasi
                     perdagangan  mempengaruh  pekerja  dengan  memindahkan  lowongan  pekerjaan  ke
                     negara lain yang memiliki standar upah lebih rendah dan menurunkan kemampuan
                     suatu  negara  dalam  melindungi  lingkungan  dengan  memperbolehkan  perusahaan‐
                     perusahaan  pindah  ke  negara  lain  yang  aturan  perlindungan  lingkungannya  tidak
                     ketat.

                     Syarat‐syarat  resmi  penyelengaraan  FTA  diatur  dalam  Artikel  V  GATT  (1994)  yang
                     menyatakan:


                     Indonesia dan Perjanjian Perdagangan Bebas                                         14
   16   17   18   19   20   21   22   23   24   25   26