Page 50 - Petani Indonesia Dalam Belenggu Pasar Bebas
P. 50

Petani Indonesia Dalam Belenggu Pasar
                     Masalah kedua adalah tingkat produksi yang menurun akibat kesuburan tanah yang
                     merosot. Hal ini karena pada periode tahun 1980 – sekarang petani apel dikenalkan
                     teknologi pertanian intensif yang kaya akan penggunaan pupuk dan pestisida kimia.
                     Hasilnya tanah menjadi tidak subur, kebutuhan input semakin tinggi ditengah harga
                     input  yang  semakin  mahal  namun  produksi  stagnan.  Pohon  pohon  yang  ada  sudah
                     tua,sementara untuk peremajaan sudah tidak memiliki modal lagi. Lahan 1500 meter
                     persegi  dulu  menghasilkan  6‐7  ton  (sebelum  tahun  2000),  sekarang  hanya
                     menghasilkan 2,5 sampai 3 ton.

                     Petani  seperti  frustasi  dengan  kondisi  pertanian  apel  sekarang  terutama  karena
                     tekanan masalah biaya produksi, produktifitas yang kurang serta tekanan dari produk
                     impor.  Petani  merasa  kecewa  dengan  pemerintah  yang  membiarkan  petani  apel
                     sengsara, bahkan beberapa kebijakan pemerintah justru menjadi pemicu kehancuran
                     pertanian apel di Batu Malang.

                     c.  Rantai Pasokan

                     Dari  sisi  pemasaran  sebenarnya  petani  tidak  mengalami  kesulitan,  karena  pasokan
                     sebagian besar dikirim ke pasar luar kota seperti Surabaya dan Jakarta. Rantai pasokan
                     tidak berbeda dengan produk hortikultura lainnya, namun selisih antara harga pada
                     tingkat  petani  dengan  pada  tingkat  konsumen  antara  Rp.3000  sampai  Rp.  5000/kg
                     untuk pasar tradisional dan selisih bisa mencapai Rp. 7000 untuk supermarket.

                     Dari  sisi  pedagang  permasalahan  utama  adalah  tingginya  biaya  pengiriman  produk
                     terutama adanya pungutan resmi dan tidak resmi antara 15‐20 kali pungutan sekali
                     perjalanan.  Hal  ini  membuat  beban  biaya  pengiriman  menjadi  tinggi  dan  menekan
                     harga pembelian pada tingkat petani.

                     Dari investigasi supermarket di Malang, Tulungagung dan Bogor, harga Apel malang
                     berada di antara Apel Fuji (China) dan Apel Washington (AS).

                     Tabel  1.  Perbandingan  Harga  Apel  di  Supermarket  antar  kota  Tulungagung,  Malang
                              dan Bogor
                     No.           Jenis Apel              Malang         Tulungagung          Bogor
                                                           (Rp/kg)           (Rp/kg)          (Rp/kg)
                     1     Apel Malang                      11.500           13.000            12.950
                     2     Apel Washington (AS)             15.500           15.500            17.750
                     3     Apel Fuji (China)                11.500           12.000            9.850





                     Implikasi Pasar Bebas Bagi Petani: Kasus‐kasus Lapangan                           42
   45   46   47   48   49   50   51   52   53   54   55