Page 54 - Petani Indonesia Dalam Belenggu Pasar Bebas
P. 54
Petani Indonesia Dalam Belenggu Pasar
kecil sehingga mereka mendapatkan margin keuntungan yang rendah akibat jatuhnya
harga. Dengan peningkatan biaya produksi, petani jagung mengharapkan agar subsidi
pemerintah betul betul sampai kepada petani, sebab berdasarkan pengalaman
mereka subsidi hanya dinikmati oleh kelompok petani yang dekat dengan kalangan
pemerintah yang sesungguhnya secara ekonomi mereka tidak layak mendapatkan
subsidi.
Wawancara Petani.
Suasana Diskusi
petani Kediri
5. Kasus Petani Bawang Merah
Sementara itu bawang merah hampir serupa dengan jagung yaitu memiliki tingkat
permintaan yang tinggi untuk kebutuhan domestik. Berdasarkan data Deptan (2006),
produksi bawang merah cenderung menurun secara lambat dari tahun ke tahun. Pada
tahun 2000 produksi bawang merah adalah 0,78 juta ton, dan menurun menjadi 0,77
ton pada tahun 2002 dan 0,76 ton pada tahun 2004. Sementara itu impor bawang
merah cenderung berfluktuasi yaitu 56,71 ribu ton pada tahun 2000, kemudian
menurun menjadi 32,93 ribu ton pada tahun 2002 namun kemudian melonjak menjadi
48,93 pada tahun 2004.
Menurut data Badan Karantina Pertanian (2005), pada tahun 2004 impor bawang
merah terbesar adalah Philiphina sebesar 22, 95 ribu ton. Bawang merah impor juga
berasal dari beberapa negara diantaranya Thailand, Malaysia, Vietnam, Australia,
India, Selandia Baru, Belanda dan Amerika Serikat.
Implikasi Pasar Bebas Bagi Petani: Kasus‐kasus Lapangan 46

