Page 55 - Petani Indonesia Dalam Belenggu Pasar Bebas
P. 55
Petani Indonesia Dalam Belenggu Pasar
Bawang merah adalah salah satu komoditas dimana kasus impor menjadi isu publik
dan mendapatkan pemberitaan media massa secara luas, selain kasus beras dan gula.
Bawang merah impor tesebut masuk ke sentra produksi dan pasar bawang merah
terbesar di Brebes, dan secara berulang setiap musim berkontribusi bagi penurunan
harga bawang lokal.
Brebes merupakan sentra produksi bawang merah yang memasok 25 % dari total
produksi bawang merah di Indonesia. Bawang merah impor yang masuk ke Brebes,
sedikitnya 150 ton per hari. Bawang impor dijual dengan harga bervariasi, bawang
merah dari India dijual Rp. 3.300/kg, dari Philipina Rp. 9.600/kg, Thailand Rp. 7.000/kg
and Vietnam Rp. 6.700/kg (Suara Merdeka, 20 April 2006). Hal tersebut
mengakibatkan harga bawang merah lokal yang mampu mencapai Rp. 15.000/kg bisa
turun menjadi Rp. 9.000/kg bahkan untuk bawang dengan kualitas rendah bisa
mencapai Rp. 5.000/kg di pasaran.
Sementara itu pada tingkat petani harga normal Rp. 3.000 ‐ 4.000/kg bisa terpuruk
sampai Rp. 1.500/kg. Bila harga jatuh, bisa dipastikan petani akan bangkrut karena
biaya produksi per satuan luas untuk produk bawang merah bisa mencapai puluhan
juta. Hal ini membuat berbagai pihak menaruh perhatian besar terhadap
permasalahan impor bawang merah ini.
Pemerintah melalui departemen pertanian berusaha merespon permasalahan ini dan
meningkatkan tarif sebesar 20 %, namun upaya ini dipastikan tidak efektif karena
sebagian besar bawang merah impor berasal dari negara negara anggota AFTA yang
terikat dalam skema CEPT dimana produk yang tidak termasuk sensitive hanya boleh
dikenakan tarif maksimal 5 %. Pemerintah menyatakan akan mengenakan non tarif
barier melalui pengetatan dalam tindakan karantina terkait dengan sanitary dan
phitosanitary.
a. Gambaran Umum Lokasi
Studi dilakukan di desa Kedunguter, Brebes Jawa Tengah yang merupakan sentra
produksi bawang merah. Sebagian besar petani di desa ini mengandalkan bawang
merah sebagai sumber penghidupan. Budidaya bawang merah adalah salah satu
budidaya pertanian yang membutuhkan input luar yang tinggi terutama pupuk dan
pestisida kimia. Biaya produksi bawang merah mencapai puluhan juta rupiah, sehingga
persoalan produksi seperti hama dan penyakit serta harga pasar sangat sensitif
terhadap pendapatan. Diskusi dilakukan dengan kelompok petani yang tergabung
dalam IPPHTI Brebes, dimana mereka telah melakukan teknik inovasi produksi dengan
melakukan pengurangan input kimia dalam proses budidaya bawang merah
Implikasi Pasar Bebas Bagi Petani: Kasus‐kasus Lapangan 47

