Page 52 - Petani Indonesia Dalam Belenggu Pasar Bebas
P. 52
Petani Indonesia Dalam Belenggu Pasar
g. Partisipasi dalam Perubahan
Petani apel sangat antusias untuk terlibat dalam proses dan kerja kerja untuk
menyarakan perubahan kebijakan. Petani apel siap bergabung dengan komponen
masyarakat sipil lainnya untuk memperjuangkan kepentingan petani terutama terkait
dengan revitalisasi sentra sentra produksi pertanian unggulan. Petani apel
mengusulkan untuk mendorong kekuatan aliansi petani lintas komoditas untuk lebih
berperan dalam memperjuangkan kepentingan petani.
4. Kasus Petani Jagung
Jagung merupakan salah satu komoditas pertanian penting di Indonesia. Walaupun
produksi jagun relatif meningkat dari tahun ke tahun namun Indonesia masih
merupakan net‐importer untuk produk ini. Pada tahun 2000, produksi jagung adalah
9,4 juta ton, meningkat menjadi 10,7 juta ton pada tahun 2003 serta 12,57 juta ton
pada tahun 2005 (BPS, 2006). Peningkatan produksi ini berkontribusi terhadap
penurunan impor jagung dari 1,5 juta ton pada tahun 2003 menjadi 0,17 juta ton pada
tahun 2004.
Status sebagai net‐importer disebabkan oleh tingginya permintaan jagung untuk
industri pakan ternak. Pada tahun 2004, komposisi penggunaan jagung adalah (i)
untuk industri pakan ternak sebesar 4.680 juta ton (40,29%), (ii) untuk industri pangan
2,638 juta ton (22,71%) dan (iii) untuk konsumsi 4.299 juta ton (37,01%). Permintaan
akan jagung dalam negeri mendorong pemerintah untuk berupaya mengurangi impor
dan memperkuat produksi dalam negeri. Menurut data dari Badan Karantina
Pertanian (2005) impor jagung berasal dari beberapa negara yaitu Amerika Serikat,
Thailand, India. China, Korsel, Malaysia, Vietnam, Taiwan, Kanada dan Argentina.
Tarif impor jagung pada tahun 1974‐1979 hanya 5% dan meningkat 10% pada periode
1983‐1993 dan pada tahun yang sama dengan ratifikasi Indonesia terhadap WTO, tarif
impor jagung menurun menjadi 5% dan setelah tahun 1995 tarif impor menjadi 0%.
Penurunan tarif impor ini mendorong peningkatan impor jagung, dimana hal ini
sejalan dengan kepentingan industri pakan ternak skala besar. Akhir akhir ini
permintaan akan jagung semakin meningkat karena menurunnya ketersediaan jagung
di pasaran internasional, karena Amerika Serikat menggunakan jagung sebagai bahan
dasar untuk bio‐etanol.
Implikasi Pasar Bebas Bagi Petani: Kasus‐kasus Lapangan 44

