Page 60 - Petani Indonesia Dalam Belenggu Pasar Bebas
P. 60
Petani Indonesia Dalam Belenggu Pasar
menjadi blok perdagangan yang kuat. ASEAN kemudian memperluas pakta
perdagangan bebas dengan tiga negara di Asia Timur yang lebih maju secara ekonomi
yaitu China, Jepang dan Korea dalam kerangka ASEAN+3. ASEAN juga mulai
membangun kerjasama bilateral dengan EU, Australia dan India.
Secara bilateral Indonesia juga telah menandatangani kerjasama ekonomi dengan
Jepang untuk membangun perjanjian perdagangan bebas diantara kedua negara. Pada
tahun 2008 ini Indonesia mulai intensif untuk membuka kembali proses penyelesaian
BTA dengan Amerika Serikat, melakukan penjajagan dengan Australia dan Korea
Selatan.
Pada sektor pertanian, hal tersebut membawa konsekwensi pada penurunan tarif
produk produk pertanian dari negara mitra dan penghapusan hambatan non tarif
bahkan masuknya beberapa isu baru yang tidak diatur dalam kerangka perdagangan
multilateral. Hal ini berimplikasi pada membanjirnya produk pertanian impor di pasar
domestik. Produk pertanian impor terutama hortikultura telah membanjiri pasar
dalam negeri tidak hanya pada swalayan atau supermarket namun sampai ke pasar
pasar tradisional. Produk pertanian impor tidak saja menekan harga produk lokal,
namun juga memperluas dan menggeser preferensi konsumen sehingga semakin
tahun permintaan akan produk impor semakin besar.
Upaya pemerintah untuk membendung produk pertanian impor dengan jalan
menaikkan tarif rata rata dari 5% menjadi 20% tidak terlampau efektif karena sebagian
besar negara pengkespor adalah negara yang menjalin perjanjian FTA baik secara
bilateral maupun dalam kerangka ASEAN. Misalnya produk dari pertanian impor dari
China tidak serta merta dikenai bea masuk karena terikat dalam CAFTA atau produk
dari sesama negara ASEAN akan terikat dalam CEPT dalam kerangka AFTA.
Dalam hal tersebut pemerintah Indonesia sudah tidak lagi bisa secara efektif
membendung tekanan impor pangan dan pertanian karena terikat dalam komitmen
perdagangan bebas dengan menggunakan instrumen tarif, apalagi ketika
memperhitungkan kapasitas kepabeanan Indonesia yang masih rentan oleh
penyelundupan.
Berdasarkan studi kasus lapangan di beberapa komunitas, petani mengemukakan
beberapa fakta implikasi pasar bebas yaitu:
1. Membanjirnya produk pertanian impor
- Menekan harga produk pertanian lokal seperti dalam kasus Apel dan Bawang
Merah
- Merosotnya kekuatan sentra sentra produk unggulan akibat tekanan dari
produk impor
Analisis dan Rekomendasi 52

