Page 61 - Petani Indonesia Dalam Belenggu Pasar Bebas
P. 61
Petani Indonesia Dalam Belenggu Pasar
- Meningkatkan peluang spekulasi oleh pedagang perantara seperti dalam kasus
pengoplosan beras lokal dan impor, serta pemanfaatan isu impor untuk
menekan produk petani dalam kasus beras
- Pergeseran preferensi konsumen ke produk impor mengakibatkan volumen
permintaan produk impor semakin meningkat
2. Meningkatkan konsentrasi penguasaan perusahaan transnasional dalam pertanian
- Pasar bebas juga membuka peluang besar bagi investasi perusahaan
transnasional di sektor perbenihan seperti pada kasus benih jagung hibrida dan
benih sayuran serta mulai masuk pada benih padi hibrida sejak tahun yang lalu
- Adanya integrasi vertikal, dimana perusahaan transnasional berperan ganda
mata rantai produksi dan pasar. Dalam kasus jagung hibrida misalnya PT. BISI
yang merupakan produsen benih jagung hibrida ternyata dimiliki oleh PT.
Charoen Phokpand perusahaan pakan, yang menampung hasil produksi jagung
untuk pakan ternak
3. Peningkatan biaya produksi pertanian
- Kenaikan biaya produksi terutama input pertanian menekan keuntungan
petani terutama benih, pupuk dan pestisida
- Pemerintah tidak mampu melakukan intervensi terhadap kenaikan biaya
produksi
Sementara itu berdasarkan pandangan petani, pasar pertanian Indonesia masih
menghadapi permasalahan serius terutama terkait dengan:
1. Rantai pasokan yang tidak efisien dan adil bagi petani
- Rantai pasokan produk belum menjamin pihak pihak yang terlibat
mendapatkan keuntungan sesuai dengan pengorbanan yang diberikan, dimana
petani mendapatkan keuntungan yang paling kecil dengan pengorbanan paling
besar
- Rantai pasokan dikuasai oleh pedagang perantara yang memanfaatkan
kelemahan dan keterbatasan petani
- Rantai pasokan masih penuh dengan ekonomi biaya tinggi dengan adanya calo
dan banyaknya pungutan baik resmi maupun tidak resmi
2. Informasi pasar dan harga yang bersifat asimetris
- Informasi harga pasar dikuasai oleh pedagang perantara, dimana ketika harga
jatuh informasi cepat sampai pada petani sementara ketika harga tinggi maka
informasi lambat sampai kepada petani
- Tidak adanya informasi harga membuat petani memutuskan jenis tanaman
berdasarkan harga pada musim terakhir, sehingga terjadi over supply yang
menurunkan harga
Analisis dan Rekomendasi 53

