
Bogor, 28 Agustus 2025 – Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan bersama dengan Forum Ekonomi Kreatif Kota Bogor (REKA Bogor) menyelenggarakan kegiatan Bincang Wirausahawan Hijau Lokal dan Berkelanjutan, bertempat di Thirdwave Co Bogor. Acara ini bertujuan mendorong anak muda dalam menjalankan wirausaha pangan ‘hijau’ yang lokal dan berkelanjutan.
Bincang Wirausahawan Hijau ini merupakan bagian dari rangkaian program Rintisan Ekonomi Kreatif Anak Muda untuk Pangan Berkelanjutan atau biasa disebut REKA PANGAN. Program REKA PANGAN bertujuan untuk menciptakan ruang berkembang bagi anak-anak muda di Kota Bogor untuk membangun bisnis yang berkelanjutan. Anak muda menjadi kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, khususnya di subsektor kuliner. Dengan membawa inovasi serta komitmen terhadap keberlanjutan, generasi muda berperan strategis dalam memperkuat sistem pangan perkotaan melalui praktik wirausaha pangan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Wahyu Ridwan Nanta, Project Manager Program Pangan Kota Kita, KRKP, menekankan bahwa “Kota memiliki keterkaitan yang erat dengan Pedesaan, khusunya dalam konteks pangan, baik dalam aksesibilitas pangan, distribusi pangan, hingga pola konsumsi anak muda dalam memilih pangan. Ketahanan pangan menjadi kuat apabila hal-hal tersebut dapat berjalan dengan baik. Maka dari itu anak muda memiliki peran yang sangat strategis, baik dalam membentuk pola konsumsi hingga menciptakan inovasi pangan.” Sementara itu, Ketua Forum Ekonomi Kreatif Kota Bogor, Georgian Marcello menyatakan, “Ketahanan pangan adalah isu strategis yang tidak hanya berkaitan dengan kuliner, tetapi juga dengan kualitas hidup masyarakat kota. Melalui REKA PANGAN, kami ingin menghadirkan ruang kolaborasi yang menginspirasi generasi muda untuk membangun usaha pangan berkelanjutan.” Pada sambutannya Georgian Marcello atau yang akrab dipanggil Jorji menyatakan bahwa bincang ini merupakan rangkaian awal dari kegiatan inkubasi bisnis yang akan diselenggarakan oleh Program REKA PANGAN.
Pada sesi penyampaian materi, Said Abdullah selaku Koordinator Nasional Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan menyebutkan ada masalah serius dari pola konsumsi masyarakat yang semakin berubah. “Kita jadi monoconsumption, semakin seragam konsumsi kita. Bayangkan dengan kekayaan yang luar biasa, kita cenderung hanya terpaku pada satu pangan saja yang bahkan hanya bisa didapatkan dari luar saja, yaitu gandum.” Hal ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja, namun juga kita sebagai anak muda. Oleh karena itu, KRKP bersama dengan REKA Bogor melakukan inisiasi untuk menumbuhkan pengetahuan dan kemampuan anak muda dalam menjalankan kewirausahaan hijau.
Aling Nur Naluri, Founder of Salam Rancage menyampaikan pentingnya mental yang kuat dengan meningkatkan pengetahuan dan capacity building dalam menjalankan urban farming. “Bayangkan jika itu bukan proses yang diiringi dengan ketekunan, kedisiplinan, maka program itu akan mati. Seperti di Urban Farming, banyak sekali tantangan dan hambatan dalam menjalankannya. Pasar donko dulu pun awalnya merupakan tempat pembuangan sampah, kini bisa berubah menjadi pasar donko yang menerapkan prinsip berkelanjutan.”
Sementara itu, Robert Wanasida, Founder of Kanma Group menekankan bahwa pentingnya kolaborasi dalam menjalankan usaha berkelanjutan. “Kita sudah banyak sekali menghasilkan kolaborasi yang tidak hanya sekedar bisnis, melainkan untuk menjaga lingkungan dari sampah yang kita hasilkan. Gerakan kami sebenarnya bergerak di ranah lifestyle. Mayoritas konsumen Kopi Nako adalah anak muda. Kalau hanya sekadar memberi tahu ‘ini loh gerakan Kopi Nako’, mereka bisa merasa jenuh. Jadi kami memilih untuk mengenalkan dulu produknya. Ketika rasa penasaran muncul, barulah kami sampaikan cerita di baliknya dan di situlah anak muda bisa lebih terhubung.”
Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan anak-anak muda di Kota Bogor dalam menjalankan kewirausahaan hijau pangan yang menjadi upaya dalam mendorong sistem pangan yang berkelanjutan di Kota Bogor. Ke depan, REKA Pangan akan menggelar program inkubasi bisnis yang ditujukan bagi pelaku UMKM. Program ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas usaha kecil menengah, khususnya di sektor pangan, agar lebih inovatif, berkelanjutan, dan memiliki daya saing tinggi.