web analytics

Urban Futures- Pelatihan LFA untuk Perkuat Perencanaan Program Pangan Berkelanjutan di Manggarai Barat

01
Aug

Konsorsium Pangan Bernas yang beranggotakan Yayasan KEHATI, Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP) dan Yayasan Komodo Indonesia Lestari (YAKINES) mengadakan pelatihan Logical Framework Analysis (LFA) bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan anggota Multi Stakeholder Forum (MSF) di Kabupaten Manggarai Barat. Kegiatan ini diselenggarakan pada Selasa, 24 Juni 2025, bertempat di Aula Kantor Bupati Manggarai Barat, sebagai bagian dari upaya mendorong transformasi sistem pangan yang inklusif, adil, dan berkelanjutan.

Pelatihan ini dibuka oleh Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam Bappeda Manggarai Barat, Theresia Yunita. Ia menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai upaya penguatan kapasitas perencanaan dan implementasi program-program daerah, khususnya yang berkaitan dengan sistem pangan lokal. “Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat sangat konsen pada pengembangan kompetensi, namun karena keterbatasan skala prioritas, kami belum dapat melaksanakannya sendiri. Kehadiran Pangan Bernas sangat membantu dan mengisi celah tersebut,” ujarnya.

Materi pelatihan difokuskan pada pemahaman struktur logis dalam penyusunan program, penentuan indikator yang terukur, serta perencanaan yang berbasis bukti. Tujuan utamanya adalah memperkuat tata kelola program pangan yang berpihak pada petani kecil dan masyarakat lokal, serta mampu menjawab tantangan lintas sektor secara strategis.

Koordinator Nasional Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP), Said Abdullah, yang hadir sebagai narasumber, menekankan pentingnya menyusun program dengan pendekatan yang benar dan sesuai konteks lokal. Ia mengingatkan bahwa niat baik saja tidak cukup, jika tidak diiringi dengan metode yang tepat. “Seringkali kita berbuat baik namun ujungnya menjadi tidak baik. Terkadang perbuatannya baik, tetapi tidak dengan cara yang benar. Dalam kita merancang program, seringkali tidak dengan cara yang tepat,” ujar Said. Ia mencontohkan, “Di Bogor banyak sekali bantuan traktor, tetapi bentuk traktor tersebut tidak berfungsi dengan tepat karena kontur tanah tidak cocok dengan traktor tersebut.”

Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya belajar tentang kerangka logis perencanaan program, tetapi juga diajak untuk memahami pentingnya konteks lokal dalam setiap kebijakan dan intervensi pembangunan. Kegiatan ini menunjukkan komitmen Konsorsium Pangan Bernas untuk terus memperkuat sinergi antara masyarakat sipil dan pemerintah daerah dalam membangun sistem pangan yang tangguh, adaptif, dan berkeadilan di Manggarai Barat.