web analytics

Program FEAST! Perkuat Akses Pasar Petani Latih Pemasaran Hasil Pertanian Cerdas Iklim dan Pangan Lokal Lewat Pasar Nara

25
Feb

Manggarai, 31 Januari 2026 — Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP) sebagai bagian dari konsorsium FEAST! bersama Yayasan Humanis dan ASPPUK mengadakan kegiatan Pasar Tani yang bertajuk “Pasar Nara” di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan ini merupakan sebuah ruang bagi petani dampingan program FEAST! Powered by DBS Foundation dan Humanis di Kabupaten Manggarai untuk melatih memasarkan produk hasil praktik pertanian cerdas iklim serta pemenuhan gizi keluarga yang telah dilakukan selama periode sekolah lapangan berlangsung. 

Dimulai sejak September 2025, sebanyak 40 fasilitator lokal yang berasal dari 8 Kabupaten di Pulau Flores menyelenggarakan Sekolah Lapangan (SL) Pertanian Cerdas Iklim (Climate Smart Agriculture/CSA), Kesetaraan Gender, Perencanaan Keuangan, dan Gizi Keluarga. Sekolah lapangan ini menghadirkan beragam materi, mulai dari pembuatan pupuk organik, teknik pembuatan mulsa, hingga praktik-praktik pertanian ramah iklim lainnya yang mendukung ketahanan pangan keluarga. Sebagai bagian dari program FEAST!, penyelenggaraan SL direncanakan berlangsung secara berkelanjutan hingga tahun 2027 guna memperkuat kapasitas petani dalam menerapkan sistem pertanian yang adaptif terhadap perubahan iklim.

Pasar Nara diikuti oleh petani yang tergabung di beberapa kelompok sekolah lapangan dari berbagai desa dampingan yaitu Desa Rai, Desa Tal, Desa Kakor, Desa Ngkaer dan Desa Gara. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Badan BAPPERIDA Kabupaten Manggarai, Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Manggarai, Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Manggarai, Camat Kecamatan Satar Mese, serta para Kepala Desa dampingan FEAST!.

Nara dalam bahasa lokal Manggarai memiliki arti saudara. Mengusung tema tersebut, Pasar Nara memiliki tujuan untuk mendorong petani Kabupaten Manggarai memperluas jejaring dengan konsumen serta mitra pasar lokal yang potensial. Kegiatan Pasar Nara diawali dengan dibukanya Pasar Nara Kebun, dimana seluruh kelompok Sekolah Lapangan Climate Smart Agriculture (SL-CSA) memasarkan dan menjual hasil panen dari praktik pertanian cerdas iklim seperti diantaranya adalah mentimun, kacang panjang, labu, terung, bayam, kangkung, kacang tanah dan buah naga. Tidak hanya itu petani juga memasarkan produk olahan pangan lokal dari masing-masing desa, seperti serabi, lemet ndesi atau labu, pogung,  onde-onde, lemet dan keripik pisang. 

Kegiatan lalu dilanjutkan dengan kelas keterampilan petani yang dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Manggarai, Livinus Vitalis Livens Turuk, ST., MP. Beliau menekankan pentingnya literasi keuangan keluarga dalam pemenuhan gizi serta peningkatan produksi pertanian serta pentingnya pelatihan dalam pengolahan pangan sebagai tahap lanjutan untuk mewujudkan pemenuhan pangan keluarga yang bergizi. Beliau juga berharap Pasar Nara dapat menjadi penghubung antara pembeli dengan pasar secara langsung. 

Sementara itu, Camat Kecamatan Satar Mese, Bapak Michael Ojang, menyampaikan bahwa adanya kegiatan Pasar Nara disambut baik oleh masyarakat sekitar. Beliau menilai bahwa dengan adanya program FEAST! dan kegiatan Pasar Nara, petani Kabupaten Manggarai dapat mempromosikan hasil kerja desa kepada masyarakat dengan jangkauan yang lebih luas. Selain itu, beliau juga menyoroti pentingnya kegiatan ini sebagai ajang meningkatkan potensi kemandirian pangan yang dimiliki oleh masing-masing desa. 

Tidak hanya mengenai praktik pertanian dan pemenuhan pangan bergizi keluarga yang adaptif terhadap perubahan iklim, petani dampingan SL-CSA juga dibekali dengan kelas literasi keuangan keluarga yang dipaparkan oleh DBS Foundation. Dalam paparan tersebut, petani dampingan dibekali kiat-kiat pengelolaan keuangan keluarga yang sehat dan berkelanjutan. 

Para petani pun memberikan respon positif terhadap kegiatan yang dilaksanakan. Kegiatan Sekolah Lapangan CSA serta Pasar Nara dinilai sangat baik dan sangat membantu dalam mendorong kekompakan dan semangat para petani dalam melakukan praktik pertanian yang berkelanjutan dan adaptif. 

Melalui Pasar Nara, petani tidak hanya memasarkan produk hasil praktik pertanian cerdas iklim, namun juga belajar memahami pasar dan konsumen, memperoleh peluang mitra pemasaran, memperkuat dan memperluas koneksi dengan konsumen sekitar serta memperkuat posisi mereka dalam rantai nilai pangan lokal. Dengan adanya Pasar Nara, konsumen juga mendapatkan akses terhadap pangan lokal yang lebih mudah sekaligus pemahaman yang lebih mengenai proses produksi dan nilai yang dihasilkan oleh petani SL-CSA.