web analytics

Perkuat Kapasitas Pemasaran Petani, Program FEAST! Adakan Pasar Nara untuk Mendukung Pertanian Cerdas Iklim dan Pangan Lokal di Kabupaten Sikka

25
Feb

Sikka, 07 Februari 2025 — Pasar Nara kembali dilaksanakan oleh Koalisi Rakyat Kedaulatan Pangan bersama dengan Yayasan Humanis dan ASPPUK yang tergabung dalam konsorsium FEAST! di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Pasar Tani yang bertajuk “Pasar Nara” ini merupakan sebuah diadakan sebagai ruang bagi petani dampingan FEAST! Powered by DBS Foundation dan Humanis di Kabupaten Sikka untuk melatih keterampilan pemasaran dan mempromosikan konsumsi pangan lokal hasil dari praktik pertanian cerdas iklim sebagai solusi pemenuhan gizi keluarga yang telah didapatkan selama sekolah lapangan. 

Dimulai sejak September 2025, sebanyak 40 fasilitator lokal yang berasal dari 8 Kabupaten di Pulau Flores menyelenggarakan Sekolah Lapangan (SL) Pertanian Cerdas Iklim (Climate Smart Agriculture/CSA), Kesetaraan Gender, Perencanaan Keuangan, dan Gizi Keluarga. Sekolah lapangan ini menghadirkan beragam materi, mulai dari pembuatan pupuk organik, teknik pembuatan mulsa, hingga praktik-praktik pertanian ramah iklim lainnya yang mendukung ketahanan pangan keluarga. Sebagai bagian dari program FEAST!, penyelenggaraan SL direncanakan berlangsung secara berkelanjutan hingga tahun 2027 guna memperkuat kapasitas petani dalam menerapkan sistem pertanian yang adaptif terhadap perubahan iklim.

Pasar Nara Kabupaten Sikka diikuti oleh petani dari kelompok sekolah lapangan yang berasal dari beberapa desa, yaitu Desa Kolisia, Desa Kolisia B dari Kecamatan Magepanda, Desa Watugong, Desa Lepolima dan Kelurahan Waioti di Kecamatan Alok Timur. Kegiatan dimulai dengan paparan mengenai program oleh Project Manager FEAST!, Mariana Bare Leba yang menyampaikan perkembangan proses pendampingan FEAST! Di Kabupaten Sikka. Kemudian dibuka oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Sikka, Drs. Ambrosius Peter M.A. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa sektor pertanian merupakan bagian besar bagi kehidupan masyarakat Kabupaten Sikka. “Sektor pertanian mendominasi pendapatan per kapita mencapai 38% sehingga pendampingan dari budidaya sampai marketing adalah hal yang bagus. Harapannya petani dapat memanfaatkan proses pendampingan ini secara baik.”

Rangkaian acara Pasar Nara dilanjutkan dengan kegiatan Kelas Terampil Petani bersama DBS Foundation dengan tema literasi keuangan keluarga. Kelas Terampil Petani merupakan pelatihan mengenai keuangan keluarga petani serta memperkuat pendampingan mengenai materi yang  juga dipelajari oleh petani dalam kegiatan Sekolah Lapangan. Dalam kelas tersebut, petani mendapatkan  pengetahuan mengenai kiat-kiat pengelolaan keuangan keluarga yang dapat dilakukan oleh petani untuk mencapai impian-impian, baik dalam berwirausaha maupun yang bersifat personal. 

Pasar Nara  dilanjutkan sore hari dengan kegiatan Pasar Tani yang memasarkan produk-produk hasil panen dari Sekolah Lapangan Climate Smart Agriculture (SL-CSA), di antaranya: labu kuning, terung, mentimun dan jagung. Petani juga memasarkan produk olahan pangan lokal seperti Lepe Lesu, Kolo Moe, Rumpu Rampe, Ohu Ai Pungan dan lainnya. Selain itu, petani juga memasarkan pestisida nabati yang merupakan salah satu hasil praktik pertanian cerdas iklim yang dilakukan oleh petani dampingan FEAST!. Pasar Tani ini juga ikut dimeriahkan oleh Camat Alok dan Kepala Polsek Alok.  

Melalui kegiatan ini, petani dapat melakukan praktik secara langsung mengenai pemasaran  untuk memasarkan produk hasil pertaniannya. Selain itu, Pasar Nara juga menjadi ruang bagi petani untuk memperoleh calon mitra pemasaran serta memperluas koneksi dengan konsumen di Kabupaten Sikka.  Sementara itu, melalui Pasar Nara, konsumen dapat lebih mudah mengakses pangan lokal serta berkenalan lebih dekat dengan pentingnya konsumsi pangan lokal dan praktik pertanian yang berkelanjutan. Selain itu juga menyebarluaskan dukungan kepada petani dan peningkatan akses dalam memperkuat kesejahteraan petani di Kabupaten Sikka. 

Leave a Comment