web analytics

Orang Muda Manggarai Barat Perkuat Narasi dan Aksi dalam Transformasi Sistem Pangan Lokal

25
Aug

Manggarai Barat, 16–19 Agustus 2025 – Konsorsium Pangan Bernas dengan dukungan Program Urban Futures (UF) menyelenggarakan Lingkar Belajar Orang Muda 2025 di Desa Wae Sano, Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat. Kegiatan ini menghadirkan 26 perwakilan orang muda dari sepuluh desa yang tergabung dalam Komunitas Lino Tana Dite untuk memperkuat kapasitas, jejaring, dan aksi kolektif dalam mewujudkan sistem pangan lokal yang adil dan berkelanjutan.

Lingkar Belajar ini menjadi ruang dialog, refleksi, dan kreativitas orang muda untuk menarasikan isu sistem pangan, sekaligus merumuskan visi bersama komunitas. Selama empat hari, peserta mengikuti berbagai rangkaian kegiatan seperti refleksi pembelajaran, visioning komunitas, pelatihan storytelling, ruang ekspresi kreatif, human liverary, outbound, hingga aksi simbolik penanaman pohon.

Ferdy M Manu, Direktur program Yakines, dalam sambutan pembukaan kegiatan menyampaikan pentingnya gerakan kolektif dari orang muda untuk menjaga pangan lokal dan alam. Dengan segala kreativitas yang dimilikinya, orang muda punya potensi untuk berbuat lebih baik. “Orang muda dari sepuluh desa yang ikut dalam kegiatan ini adalah kekuatan untuk menggerakan dan memperkuat sistem pangan yang ditopang pangan lokal. Dengan kegiatan ini diharapkan orang muda makin mampu menarasikan dan memperkuat aksinya di tingkat desa maupun kolektif di komunitas Lino Tana Dite” harapnya.

Romo Valerianus P. Jempau atau biasa disapa Romo Lery, Pastor Paroki Sano Nggoang, yang turut hadir pada acara pembukaan menyampaikan apresiasinya kepada konsorsium pangan bernas karena terus memperkuat anak-anak muda di Manggarai terutama di wilayah kerjanya. Menurutnya keberadaan anak muda yang berkesadaran ekologis dalam hal menjaga alam dan budaya pangan sangat penting di tengah gempuran ekonomi parawisata. Keseimbangan ekonomi, parawisata, pangan dan ekologi perlu dipertahankan. “Kegiatan ini semoga menjadi penguat komitmen anak-anak muda menjaga alam termasuk pangan lokal. Salah satu penguat komitmen itu tentu saja kolaborasi lintas kelompok anak muda. Kegiatan ini saya pikir sangat kuat mendorong kolaborasi itu” pungkasnya.

Sementara itu, Rizky Candra Nurani, Program Manager program UF dari KRKP mengungkapkan bahwa orang muda adalah aktor strategis dalam menjawab tantangan pangan, iklim, dan keadilan sosial. Keberadaan dan aksi kolektifnya perlu terus dieprkuat dan didukung sehingga mampu menghadirkan perubahan. “Kegiatan lingkar belajar ini diharapkan menjadi wadah untuk memperkuat solidaritas dan kolaborasi lintas wilayah. Selain itu manjadi ruang untuk memperkuat kemampuan mereka menarasikan situasi sistem pangan dan juga aksi mereka di dalamnya melalui berbagai materi yang diajarkan, salah satunya tentang storytelling” ujarnya.  

Dengan dilakukannya kegiatan ini diharapkan orang muda dari sepuluh desa mampu membangun visi bersama dan kesepakatan kerja komunitas Lino Tana Dite. Selain itu juga terdokumentasikannya narasi aksi orang muda dalam bentuk tulisan, foto, dan video serta meningkatnya kepercayaan diri dan kepemimpinan orang muda dalam mendorong perubahan di komunitas.

Maria Fransiska H. Muliani alias Lian, salah satu peserta kegiatan perwakilan orang muda Desa Gorontalo, mengungkapkan perasaan senangnya ikut kegiatan ini. Menurutnya kegiatan ini sangat berguna karena dirinya mendapatkan berbagai pengetahuan baru terutama berkaitan dengan storytelling. Menurutnya kemampuan menarasikan fakta terkait pangan dan aksi yang dilakukan sangat penting bagi mereka. “selama ini kami tidak mengerti bagaimana membuat narasi dari persoalan pangan dan menarasikan produk ikan dendeng gami dan rebok yang mereka produksi ke publik sehingga produk mereka diterima pembeli. Dengan pelatihan ini kami makin yakin kami bisa menjangkau pasar lebih luas dan menarik dukungan publik” pungkasnya.

Kegiatan ini merupakan ikhtiar konsorsium pangan bernas untuk memperkuat orang muda. “Di tangan merekalah sebenarnya masa depan pangan kita. Jadi kami di konsorsium akan terus memperkuat orang muda di Manggarai Barat untuk memastikan sistem pangan di kabupaten ini makin kuat dan lentur” pungkas Ferdy.