
Bahwasanya pada tanggal 1 Maret 2026 komunitas UMKM Youth Green Entrepreneurship yang dibina KRKP menyelenggarakan kegiatan visit lahan dan workshop offline pengelolaan limbah organik di Campunglam pada Minggu 1 maret 2026. Kegiatan ini di ikuti oleh 15 peserta yang mewakili 7 UMKM binaan KRKP sebagai upaya memperkuat model usaha berbasis ekonomi sirkular di tingkat pelaku usaha kecil. Workshop ini dirancang tidak hanya sebagai forum pembelajaran teoritis, tetapi sebagai pengalaman praktik terintegrasi. Peserta melakukan tour lahan untuk melihat langsung sistem pengelolaan limbah organik yang dikonversi menjadi budidaya maggot black soldier fly (BSF).
Dalam sesi lapangan, peserta mengamati siklus budidaya maggot mulai dari fase baby maggot hingga menjadi pupa dewasa. Limbah organik dimanfaatkan sebagai media pakan, kemudian diolah menjadi sumber protein alternatif bernilai ekonomi tinggi. Pupa dewasa tersebut selanjutnya digunakan sebagai pakan ternak lele dan ayam petelur yang dikelola dalam satu sistem terpadu. Model ini menunjukkan efisiensi rantai produksi: limbah berkurang, biaya pakan ternak dapat ditekan, dan nilai tambah tercipta dalam satu siklus usaha. Bagi pelaku UMKM, pendekatan ini membuka peluang diversifikasi usaha sekaligus meningkatkan ketahanan bisnis di tengah fluktuasi harga pakan konvensional.
Perwakilan penyelenggara ilham menyampaikan bahwa pendekatan praktik langsung menjadi kunci kegiatan ini. “Peserta tidak hanya memahami konsep pengelolaan limbah, tetapi melihat secara nyata bagaimana limbah dapat diubah menjadi sumber daya produktif yang mendukung usaha peternakan,” ujarnya. Peserta dapat mengamati proses mulai dari fase baby maggot hingga menjadi pupa dewasa, dengan limbah organik sebagai media pakan utama, dimana nantinya pupa dewasa yang dihasilkan dimanfaatkan sebagai pakan alternatif berprotein tinggi untuk ternak lele dan ayam petelur. Model ini menunjukkan satu siklus produksi yang saling terhubung: limbah diolah, maggot dibudidayakan, dan hasilnya digunakan untuk mendukung sektor peternakan dalam satu sistem terpadu.
Secara kritis, kegiatan ini menegaskan bahwa pengelolaan limbah tidak dapat dipandang semata sebagai persoalan lingkungan. Jika tidak diintegrasikan ke dalam model bisnis yang konkret dan menguntungkan, pengelolaan limbah berisiko berhenti sebagai wacana tanpa implementasi nyata. Bagi pelaku UMKM, tantangannya bukan hanya memahami konsep ekonomi sirkular, tetapi memastikan bahwa sistem tersebut dapat diterapkan secara operasional dan memberikan efisiensi biaya produksi. Workshop ini menjadi langkah awal untuk menjembatani kesenjangan antara pengetahuan dan praktik, sekaligus mendorong adopsi model usaha yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Kegiatan ini selaras dengan output KRKP dalam penguatan kapasitas UMKM Youth Green Entrepreneurship yang berbasis inovasi dan keberlanjutan serta mendorong lahirnya model usaha ramah lingkungan yang aplikatif dan dapat direplikasi oleh pelaku UMKM lainnya. Pengelolaan limbah tidak lagi diposisikan sebagai beban, melainkan sebagai peluang ekonomi yang berkelanjutan. Harapanya, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis, tetapi juga mampu mengimplementasikan model usaha sirkular yang dapat direplikasi di wilayah masing-masing, sehingga menciptakan dampak ekonomi dan lingkungan yang berkelanjutan.