
Labuan Bajo, 14 Mei 2025 – Sebagai upaya memperkuat peran generasi muda dalam membangun ekonomi berkelanjutan, program Urban Futures melalui Konsorsium Pangan Bernas menggelar ajang pitching ide bisnis hijau. Bertajuk “Menebar Ide, Menangkap Peluang, dan Menyatukan Karya,” yang berlangsung di Labuan Bajo, Manggarai Barat, pada Senin (5/5). Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kewirausahaan hijau sebagai pilar penting dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) 2030. Khususnya dalam aspek pengentasan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja hijau, dan pelestarian lingkungan hidup.
Acara ini diikuti oleh komunitas orang muda dari sepuluh wilayah di Kabupaten Manggarai barat. Mereka kemudian menyampaikan sepuluh ide bisnis berbasis ramah lingkungan dan berorientasi pada pengembangan potensi lokal. Ide-ide yang ditawarkan meliputi pengolahan hasil pertanian, pengembangan pangan lokal, serta metode budidaya pertanian yang efisien dan minim dampak terhadap lingkungan.
Dalam proses pitching, setiap kelompok diberikan waktu lima menit untuk mempresentasikan gagasannya di hadapan juri, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Adapun juri yang hadir dalam kegiatan ini berasal dari latar belakang yang beragam: menggabungkan pengalaman birokrasi, pelaku UMKM, aktivis lingkungan, hingga praktisi bisnis lokal. Dewan juri pada kegiatan ini di antaranya: Theresia P. Asmon, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi, dan UMKM (Disnakertrans) Manggarai Barat; Maria Srikandi Mayangsari, pelaku usaha dan pemilik Komodo Gift Shop; Marta Muslin, Koordinator Nasional Indonesian Waste Platform; Hendrik Maha Putra, perwakilan Forum Multipihak Sistem Pangan Manggarai Barat; dan Ireneus Gratia Sandur, pemilik Delawa Coffee.
Para dewan juri dengan beragam keahlian di bidangnya memberikan kriteria penilaian meliputi keunikan ide, dampak lingkungan dan sosial, potensi pasar, serta kelayakan implementasi.

“Teman-teman muda sudah cukup baik dalam membangun ide di proposal. Namun, perlu diperkuat kembali untuk model bisnisnya, dan memikirkan kembali hal yang paling inti dari usaha teman-teman. Selain itu, perlu untuk memperhitungkan resiko-resiko yang mungkin akan dialami dalam usaha kedepan, dan jangan lupakan juga biaya tenaga kerja untuk teman-teman karena sejatinya nanti harus dihitung juga dari sumberdaya manusianya,” ujar Theresia P. Asmon, Kepala Disnakertrans Kabupaten Manggarai Barat, menyoroti pentingnya kesiapan dalam menjalankan bisnis secara holistik. Para juri lalu menyeleksi dan memilih tiga ide bisnis yang terbaik dari seluruh peserta. Bagi peserta yang terbaik akan mendapatkan dukungan pembiayaan dari Konsorsium Pangan Bernas. Dukungan pembiayaan ini diperuntukkan sebagai langkah kecil untuk memacu semangat orang muda dalam mengembangkan usahanya.

Tiga ide terbaik yang berhasil lolos seleksi dewan juri di antaranya: Juara 1: Komunitas ”Nipu Laha Gami” dari wilayah Gorontalo, dengan ide bisnis pengolahan pangan lokal dendeng ikan, rebok, dan kopi tuk; Juara 2: Komunitas “Muda Berkarya” dari wilayah Batu Cermin, dengan ide usaha budidaya pertanian dengan metode hidroponik; Juara 3, Komunitas “Todang Cama,” yang mengusung budidaya pertanian melalui hidroponik sebagai solusi pertanian modern dan efisien.
Kondisi Manggarai Barat yang tengah bertumbuh sebagai kawasan pariwisata premium juga memberikan tantangan tersendiri dalam hal keberlanjutan sumber daya dan pangan. Banyak wilayah yang mulai merasakan alih fungsi lahan dan degradasi lingkungan, sehingga munculnya inisiatif kewirausahaan hijau dari orang muda ini menjadi harapan baru untuk menjaga harmoni antara pembangunan dan pelestarian lingkungan.
Selain itu, kegiatan ini menunjukkan bahwa orang muda Manggarai Barat memiliki kapasitas, kreativitas, dan semangat kolaborasi untuk menciptakan solusi atas persoalan ekonomi dan lingkungan secara bersamaan.
Dukungan untuk kegiatan ini diselenggarakan secara kolaboratif oleh Konsorsium Pangan Bernas yang terdiri dari Yayasan Keanekaragaman Hayati (KEHATI), Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP), dan Yayasan Komodo Indonesia Lestari (YAKINES). Kegiatan ini merupakan bagian dari program Urban Futures–program global lima tahunan, yang diinisiasi oleh Yayasan Humanis dan Inovasi Sosial (Humanis). Melalui program Urban Futures ini diharapkan dapat menjadikan orang muda sebagai subjek utama dalam transformasi sistem pangan dan pembangunan berkelanjutan di Manggarai Barat. Sehingga, di masa mendatang akan tumbuh lebih banyak wirausaha hijau lokal yang mampu menjadi motor perubahan di wilayahnya masing-masing.