
Labuan Bajo, 14 Mei 2025 – Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat bersama Konsorsium Pangan Bernas menggelar konsultasi publik naskah akademik kebijakan sistem pangan pada Senin (5/15), di Labuan Bajo, Manggarai Barat. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya untuk mendorong terwujudnya transformasi sistem pangan yang inklusif, berkelanjutan, dan kontekstual dengan kebutuhan masyarakat lokal Manggarai Barat.
Konsultasi publik ini menghadirkan Gunawan, dari Indonesian Human Right Committee For Social Justice (IHCS) sebagai narasumber utama. Kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah Manggarai Barat, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Manggarai Barat, anggota forum multipihak sistem pangan Manggarai Barat, akademisi, organisasi masyarakat sipil, komunitas/asosiasi lokal, serta perwakilan orang muda Manggarai Barat yang secara khusus dilibatkan untuk menyampaikan pandangan mereka.
Naskah akademik yang menjadi pokok bahasan merupakan dokumen ilmiah yang menjadi dasar penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Sistem Pangan di Manggarai Barat. Konsultasi publik ini menjadi ruang dialog dan refleksi bersama bagi para pihak agar naskah akademik memiliki legitimasi sosial dan kualitas substansi yang lebih baik. Selain itu, melalui forum konsultatif ini, penyelenggara berharap dapat menghimpun berbagai kritik dan masukan agar dokumen kebijakan bisa mencerminkan realitas lokal dan menjawab tantangan yang dihadapi masyarakat di isu sistem pangan.
Konsultasi publik ini juga dihadiri oleh Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah DPRD Manggarai Barat, Ketua Komisi III DPRD Manggarai Barat bidang regulasi, dan anggota Komisi II DPRD Manggarai Barat bidang pangan dan pertanian. Mereka turut hadir untuk mendengarkan secara langsung aspirasi dari peserta, khususnya suara orang muda yang dinilai penting dalam proses perumusan kebijakan publik.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Manggarai Barat, Petrus Antonius Rasyid, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pentingnya partisipasi aktif orang muda, dalam proses diskusi perancangan kebijakan sistem pangan di Manggarai Barat. “Naskah akademik ini adalah dokumen formal terkait dengan penyusunan kebijakan. Kami mengundang adik-adik muda untuk mempelajarinya, sehingga nantinya kami disini dapat mendengarkan suara-suara dari orang muda terhadap isu sistem pangan ini. Regulasi yang dibuat harus betul-betul bisa merepresentasikan banyak nilai termasuk suara-suara dari orang muda. Sehingga, kami berusaha untuk menerima masukan dari orang muda untuk memperkaya kualitas dari naskah akademik sistem pangan ini”.
Kabupaten Manggarai Barat menghadapi tantangan serius terkait keberlanjutan pangan, mulai dari perubahan pola konsumsi, alih fungsi lahan pertanian, hingga dampak perubahan iklim yang mengancam ketahanan pangan lokal. Di tengah situasi ini, kebijakan yang berpihak kepada petani, komunitas lokal, dan generasi muda menjadi kunci untuk transformasi sistem pangan yang lebih baik di masa mendatang.

Keterlibatan orang muda dalam proses konsultasi publik ini menjadi sangat penting karena mereka akan terdampak langsung oleh kebijakan yang dihasilkan. Orang muda dilibatkan secara bermakna dengan memberikan ruang untuk menyampaikan perspektif, kebutuhan, serta aspirasinya. Hal ini yang mungkin berbeda dari kelompok usia lainnya. Dengan terlibat secara bermakna, orang muda turut memastikan bahwa kebijakan sistem pangan yang akan dihasilkan lebih inklusif, kontekstual, dan berkelanjutan.
Keterlibatan orang muda dalam proses ini menjadi titik terang. Mereka tidak hanya sebagai penerima dampak kebijakan, tetapi juga sebagai agen perubahan. Nur Chairulutfi, salah satu peserta diskusi sekaligus perwakilan orang muda Manggarai Barat menyampaikan, “Kami mengapresiasi atas kesempatannya untuk turut andil dalam penyusunan dasar kebijakan sistem pangan ini. Kami orang muda ingin berkomitmen untuk turut andil dalam keberlanjutan pangan di Manggarai Barat.”
Kegiatan konsultasi publik ini diselenggarakan secara kolaboratif oleh Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dan Konsorsium Pangan Bernas yang terdiri dari Yayasan Keanekaragaman Hayati (KEHATI), Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP), dan Yayasan Komodo Indonesia Lestari (YAKINES). Kegiatan ini merupakan bagian dari program Urban Futures–program global lima tahunan, yang diinisiasi oleh Yayasan Humanis dan Inovasi Sosial (Humanis), yang sejak awal berkomitmen untuk mendukung transformasi kota dan kawasan menuju masa depan berkelanjutan.