web analytics

Orang Muda Manggarai Barat Perkuat Usaha Pangan Berkelanjutan Lewat Bootcamp Wirausaha Hijau

31
Mar
Dokumentasi foto: Konsorsium Pangan Bernas

Manggarai Barat, 11-12 Maret 2026 – Orang muda memiliki peran strategis dalam mendorong sistem pangan dan pembangunan ekonomi berkelanjutan di tingkat lokal. Sebagai agen perubahan, orang muda perlu memperkuat kewirausahaan yang dijalankannya di tengah tantangan yang makin besar.

Oleh karenanya, Konsorsium Pangan Bernas yang terdiri dari Yayasan Keanekaragaman Hayati (KEHATI), Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP), dan Yayasan Komodo Indonesia Lestari (YAKINES) melalui dukungan Program Urban Futures melaksanakan Bootcamp Wirausaha Hijau Sistem Pangan pada 11-12 Maret 2026 di Hotel Green Prundi, Labuan Bajo. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang belajar bagi orang muda yang telah menjalankan wirausaha hijau, agar mampu merancang dan memperkuat strategi bisnis keberlanjutan pada aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Petrus A. Rasyid, Bappeda Kabupaten Manggarai Barat, pada pembukaan kegiatan menyatakan dukungan dan apresiasinya. Menurutnya, anak muda seperti Komunitas Orang Muda Lino Tana Dite harus memiliki semangat yang kuat dalam mengembangkan kewirausahaan hijau. “ Wirausaha sebenarnya memperkuat sistem pangan yang ada. Jangan meremehkan karena sebenarnya kalian adalah orang penting yang membangun Manggarai Barat” ujarnya.

Said Abdullah, Koordinator Nasional KRKP menekankan bahwa kewirausahaan hijau tidak lepas dari rantai sistem yang dibangun oleh sub sistem pangan yang memiliki peran penting satu dengan yang lainnya. “ Menanam benih, penyiraman, panen, distribusi, pasar, dimasak, dimakan, hingga sisa makan merupakan rantai sistem pangan yang menjadi satu kesatuan. Kalau ada satu rantai yang tidak ada, maka semua sistem ini akan terputus dan tidak bekerja optimal” jelasnya.

Selama dua hari, peserta diajak meninjau kembali Business Model Canvas atau BMC yang sebelumnya telah disusun. Kemudian para peserta mengidentifikasi strategi usaha yang paling relevan dengan kondisi usaha saat ini. Pada kegiatan ini, peserta juga diajak merumuskan visi usaha mereka untuk lima tahun ke depan baik dari sisi produksi, keuntungan, maupun dampak yang ingin dihasilkan.

Angelina Jean G Bupu, Staff Lapangan Urban Futures Koalisi Pangan Bernas dari YAKINES, mengungkapkan bahwa usaha yang dimiliki oleh orang muda diharapkan tidak hanya soal profit semata. “Usaha yang dikembangkan oleh teman-teman diharapkan tidak hanya menghasilkan keuntungan secara material saja, tetapi juga memberikan dampak baik terhadap sosial dan lingkungan yang lebih baik. Dengan prinsip sederhana, uang di dapat, bumi pun tetap aman.” Ungkap Jean

Maria Fitriani Astri, perwakilan orang muda dari Desa Liang Ndara, mengungkapkan bahwa bootcamp ini membantunya dalam melihat kembali perjalanan usaha yang telah dijalankan. “Selama menjalankan usaha, tentu banyak sekali tantangan yang kami hadapi, jadi kami harus menyesuaikan terus” ungkap Maria.

Sebagai tindak lanjut dari pelatihan, peserta akan mendapatkan pendampingan inkubasi bisnis selama 3-6 bulan guna meninjau perkembangan usaha. Selain itu, orang muda juga berkesempatan mengikuti kegiatan showcase dan bussines matchmaking untuk mempertemukan peserta dengan calon mitra maupun pembeli yang potensial.

Informasi lebih lanjut:

Imardya Al Rainisa

Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP)

imardyaa@gmail.com

Link Dokumentasi: https://bit.ly/BootcampKewirausahaanHijau

Leave a Comment