Page 16 - Bulletin KRKP 001
P. 16
PUPUK BERSUBSIDI
Kehadiran Bumdes Tana Bojang sebagai pengecer pupuk “Kasihan bila ada subsidi, namun tidak dimanfaatkan oleh
bersubsidi, sangat mendapat respon positif dari Pemda masyarakat di wilayah ini.
Flores Timur. Menurut Agus Payong Boli, Wakil Bupati
Flores Timur dalam sambutan pada acara diskusi para pihak Dalam penyediaan pupuk bersubsidi, lanjut Wabup Agus
tentang pupuk bersubsidi menegaskan, dari sisi komposisi Payong Boli, ada juga peluang untuk mendapatkan pupuk
jumlah penduduk, mayoritas masyarakat Flores Timur organik. Mengapa kita masih tawar menawar? Ini peluang,
adalah petani. Dengan demikian, sudah selayaknya porsi mari kita manfaatkan. Untuk mendukung program kami
kebijakan anggaran ditujukan kepada petani. Komitmen ini yaitu, “Selamakan Petani! Para Penyuluh (PPL) harus mulai
sudah mulai dibuktikan dengan menaikan anggaran di dengan membangun kebun belajar di semua desa, dengan
sektor ini yang mencapai 300% dari anggaran sektor menerapkan pupuk organik yang sudah tersedia di
pertanian tahun sebelumnya. Itu baru kebijakan anggaran Bumdes. Bekerjasama dengan para kepala desa dengan
di tingkat kabupaten. mengandalkan keuangan desa yang sudah ada. Kita mesti
berani memutuskan keberpihakan kita pada petani, karena
Di tingkat desa? itulah jalan keselamatan masyarakat di wilayah ini,” tegas
Wabup dalam acara tersebut.
Mestinya mempertimbangkan faktor komposisi penduduk.
Ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk sektor Tentang pelayanan pupuk bersubsidi kepada petani,
pertanian, dan kita yakin, sektor pertanian akan mampu Engelinus Lela Blolon sebagai Direktur Bumdes Tana
mengatasi berbagai persoalan, di antaranya adalah Bojang mengatakan kehadiran Bumdes sangat membantu
persoalan pangan yang menjadi kebutuhan dasar, dan petani. Selain tepat waktu, biaya yang dikeluarkan petani
persoalan tenaga kerja. Dengan mengarusutamakan lebih murah karena mengurangi biaya transportasi.
anggaran pada sektor ini, maka kita telah mencipatakan Sebelumnya petani mengambilnya di Larantuka dengan
peluang lapangan kerja bagi masyarakat di wilayah ini. sekali sewa mobil menghampiri Rp.500.000 termasuk
Sektor pertanian, bisa juga bersentuhan dengan industri, untuk konsumsi. Ini belum termasuk persoalan lain apabila
bila rantai pertanian diperpanjang dalam satu kestauan. ketersediaan pupuk di gudang pengecer di Larantuka
belum tersedia.
“Sebagai Bupati dan Wakil Bupati yang dipilih oleh
masyarakat, kami sudah punya komitmen itu, dan sudah Sere Liwu, salah satu petani pengguna jasa Bumdes Tana
kami mulai. Tinggal saja pemerintah desa, sejauh mana Bojang menyampaikan rasa syukur dengan usaha Bumdes
mensinkronkan rencana pembangunan desa dengan ini. Dia dan kawan-kawan petani dari desa Boru merasa
rencana pembangunan daerah. Bila kita kerja dengan serius sangat terbantu berkaitan dengan ketersediaan kebutuhan
pada sektor pertanian maka sebenarnya kita sedang pupuk. “Jujur, kami petani sawah kadang stres apabila saat
menyelesaikan banyak soal,” demikian tegas Wabup Agus butuh pupuk, pupuk tidak ada. Sebelum Bumdes ini
Payong Boli. Mengenai peluang subsidi negara yang menjadi pengecer, kadang kami pasrah tanaman padi kami
bersumber dari APBN untuk urusan pupuk, Wabup berharap tidak beri pupuk. Soal hasil panen, hanya bisa pasrah pada
mestinya ditanggapi oleh semua Pemdes secara positif. alam.”
14

