Page 8 - Petani Indonesia Dalam Belenggu Pasar Bebas
P. 8
BAB 1.
PENDAHULUAN
“Petani Indonesia tanpa proteksi, harus bertarung dengan produk petani
negara maju yang penuh subsidi di pasar bebas, yang sesungguhnya
penuh dengan situasi ketidakseimbangan”
Sejarah menunjukkan bahwa sektor pertanian memegang peranan penting dalam
pembangunan nasional secara keseluruhan. Sektor pertanian memiliki peranan besar
sebagai penyerap tenaga kerja secara ekstensif, penyedia bahan baku untuk industri
dan terutama adalah penyedia pangan penduduk Indonesia yang berjumlah 219,9 juta
jiwa (BPS,2005). Pada tahun 2005 pertanian menyumbangkan 13,5% dari total Produk
Domestik Bruto (PDB) dan menyerap 41,8 juta tenaga kerja atau 44,04% dari total
tenaga kerja secara nasional (BPS, 2005). Dengan peranan tersebut sektor pertanian
merupakan sumber penghidupan mayoritas rakyat yang memiliki kontribusi besar
bagi pengentasan kemiskinan dan pembangunan pedesaan.
Petani Indonesia yang sebagian besar petani dengan skala usaha kecil merupakan pilar
utama pembangunan pertanian. Menurut BPS (2005), dari komposisi PDB Pertanian,
sub‐sektor tanaman pangan dan hortikultura memiliki sumbangan paling besar yaitu
mencapai 49,43% dari total PDB Pertanian, dibanding sub‐sektor lain seperti
perkebunan, kehutanan, perikanan dan peternakan. Data tersebut mencerminkan
bahwa sektor tanaman pangan dan hortikultura yang disokong oleh petani dengan
skala usaha kecil justru memberikan kontribusi terbesar dalam pembangunan
pertanian secara keseluruhan.
Namun demikian, ironisnya sumbangan besar sektor pertanian yang tercermin dalam
gambaran diatas tidak berbanding lurus dengan kesejahteraan pelaku utama
pembangunan pertanian, yakni para petani yang tinggal di pedesaan. Berdasarkan
data BPS (2005), angka kemiskinan mencapai 35,10 juta jiwa, dimana 64,7%
kemiskinan terkonsentrasi di pedesaan. Dari berbagai berita di media massa bahkan
terungkap berbagai kasus kerawanan pangan yang terjadi di pedesaan, tempat
dimana sumber pangan banyak tersedia. Realitas kemiskinan dan kerawanan pangan

