Page 5 - Petani Indonesia Dalam Belenggu Pasar Bebas
P. 5
Petani Indonesia Dalam Belenggu Pasar
PENGANTAR PENULIS
Penelitian lapangan yang berlangsung sepanjang bulan Maret sampai Mei 2007, serta studi
dokumen yang sangat panjang dan baru selesai akhir tahun 2007 merupakan upaya dari KRKP
untuk lebih memahami dinamika persoalan yang dihadapi petani terutama terkait dengan
dampak pasar bebas. Dokumen ini merupakan rangkuman dari hasil riset dan studi literatur
untuk memperjelas keterkaitan antara berbagai komitmen pemerintah Indonesia dalam
perjanjian perdagangan bebas baik pada tingkat multilateral, regional maupun bilateral
terhadap keterpurukan sektor pertanian dan kehidupan petani di Indonesia.
Telah banyak literatur pendukung tentang perjanjian perdagangan bebas namun masih belum
banyak yang memaparkan bagaimana transmisi pengaruhnya terhadap petani pada tingkat
lokal. Studi ini lebih banyak memperdalam kasus kasus komoditas utama terutama pada
sentra sentra produksi pertanian andalan, yang kini tertekan oleh pasar bebas akibat dari
liberalisasi sektor pertanian. Studi ini juga mengelaborasi pendapat dan pandangan petani
sebagai pelaku utama dan pilar pembangunan pertanian akan situasi yang dihadapi mereka
serta upaya upaya yang perlu diperjuangkan bersama pada masa yang akan datang.
Bagi KRKP, studi ini sangat penting karena akan memperkuat fakta fakta lapangan untuk
mendorong terwujudnya perdagangan yang adil terutama di sektor pertanian. Hasil studi ini
juga merupakan komitmen KRKP untuk terus memperjuangkan kepentingan perlindungan
petani dari pasar bebas, terutama untuk memperbesar dan memperluas berbagai klausul
fleksibilitas dan perlindungan dalam berbagai komitmen perjanjian perdagangan
internasional. KRKP percaya bahwa petani dan pertanian Indonesia memiliki potensi yang luar
biasa besarnya untuk dikembangkan bagi kemakmuran rakyat serta mampu menyokong
kedaulatan pangan bangsa, jika dikelola dengan semangat keadilan dan kemandirian. Untuk
itu studi ini merupakan bagian bagi upaya untuk mewujudkan kedaulatan pangan di
Indonesia.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada KRKP, SBIB dan Oxfam GB atas dukungan mereka
selama proses penelitian dan penulisan dokumen ini. Terima kasih kepada saudari Anita P.S
atas dukungan dalam studi dokumen, saudara Napiudin dan Debby Ardhina atas fasilitasi
proses diskusi lapangan yang sangat baik. Tak lupa kepada saudara Said Abdullah atas desain
layout akhir dari dokumen ini. Studi ini bisa berlangsung karena kontribusi aktif dari berbagai
kelompok petani seperti Serikat Petani Gunung Biru (Batu), Forum Petani Karawang,
Jarmaskor Gunung Salak Sukabumi, Kelompok Petani Jagung di Ponorogo, IPPHTI Brebes, serta
Kata Pengantar v

