Page 10 - Bulletin KRKP 001
P. 10

SUBSIDI PUPUK




        Pemerintah telah menyediakan skema subsidi pupuk untuk   datangnya pupuk dengan jadwal tanam petani. Petani di
        mendukung peningkatan produksi petani. Namun             Desa Pambotanjara, Sumba Timur menyatakan mereka
        sayangnya, belum semua petani mengetahui bagaimana       tidak menggunakan pupuk bersubsidi. Mereka
        mengaksesnya atau pun kalau sudah tahu cara              menggunakan pupuk organik atau sama sekali tidak

        mengaksesnya, tidak semua memahami apa sesungguhnya      menggunakan pupuk. Alasannya, pupuk yang datang
        subsidi pupuk ini. Pemahaman atas pupuk bersubsidi dan   sudah lewat musim tanam, sehingga pupuk bersubsidi
        syarat serta prosedur untuk mendapatkannya belum         hanya disimpan di bawah tangga rumah saja. Kalau pun
        sepenuhnya dimengerti oleh petani.                       ada yang masih tetap menggunakannya, tidak lagi sesuai
                                                                 dengan jadwal pemupukan berimbang seperti yang
        Hasil audit sosial pupuk bersubsidi yang dilakukan KRKP   dianjurkan pemerintah.
        tahun 2017 di Kabupaten Flores Timur, Sumba Timur, Maros,
        Luwu Utara dan Lombok Utara menunjukkan bahwa masih      Salah satu faktor yang mendukung keberhasilan
        ada pemahaman yang berbeda-beda tentang pupuk            peningkatan produksi melalui penggunaan pupuk
        bersubsidi. Dari keseluruhan responden, masih ada 16%    bersubsidi  adalah menerapkan prinsip 6 tepat, yaitu tepat
        yang menyatakan pupuk bersubsidi adalah pupuk gratis     jenis, tempat, jumlah, mutu, harga, dan waktu. Hasil audit
        dan 17% tidak tahu. Ada petani yang tidak mengetahui     menunjukkan 68,5% responden menyatakan pupuk
        tentang pupuk bersubsidi, ada yang tidak terdaftar sebagai   bersubsidi tidak tersedia tepat waktu. Persoalan utama

        anggota kelompok, namun ada juga yang merasa dirinya     pupuk bersubsidi menurut 47% responden adalah
        terdaftar tetapi tidak pernah terlibat dalam pertemuan   ketidaktepatan waktu. Hanya 26,6% responden yang
        ataupun penyusunan RDKK dan mendapat penyuluhan dari     membeli pupuk UREA sesuai HET (Rp. 1.900/Kg). Pupuk
        Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Pertanian.               bersubsidi juga seharusnya ada 5 jenis yang diterima
                                                                 petani bila disesuiakan dengan pengajuan RDKK yaitu
        PPL sebagai garda terdepan penghubung program            Urea, SP36, ZA, NPK dan Organik. Namun petani mengaku
        pemerintah dengan petani juga mengalami berbagai         mereka hanya menerima pupuk urea saja. Sangat jarang
        kendala dalam menjalankan peran dan fungsinya. Salah     yang menerima jenis pupuk lain. Bahkan petani banyak
        satunya ketika melakukan asistensi dalam penyusunan      yang tidak mengetahui bila pupuk organik menjadi salah
        RDKK.  Hampir di semua wilayah audit sosial pupuk        satu pupuk yang disubsidi oleh pemerintah.
        bersubsidi, kegiatan proses penyusunan RDKK telah
        dilakukan sesuai dengan ketentuan. Namun, persentase     Oleh karena itu, dalam kesempatan focus group discussion
        kehadiran anggota kelompok masih rendah. Hanya 22% dari   yang dilakukan bersama dengan Pemerintah Desa dan
        total 755 responden yang mengatakan pernah mendapat      Pemerintah Daerah di wilayah audit sosial pupuk
        undangan dan hadir pada musyawarah RDKK.                 bersubsidi ini, diusulkan penggunaan pupuk kandang,
                                                                 tanaman penutup tanah atau pupuk organik perlu
        Berbeda dalam konteks Sumba Timur, di mana penyusunan    dipikirkan dalam skema subsidi peningkatan produksi.
        RDKK tidak dilakukan dengan mengumpulkan anggota         Skema subsidi pupuk ke petani pun perlu dikaji ulang

        kelompok dan menyusunya bersama dengan dampingan         karena setelah lebih dari 40 tahun bantuan pemerintah
        dari PPL.  PPL menyusun RDKK, berdasarkan data           untuk petani, ternyata tidak membawa korelasi yang positif
        sebelumnya, lalu meminta tanda tangan ketua kelompok     dalam peningkatan produksi apatah lagi kesejahteraan
        dan kepala desa. Klarifikasi atas temuan ini oleh PPL    petani.
        disebabkan karena kondisi wilayah yang tidak
                                                                 Pengawasan Pupuk Bersubsidi
        memungkinkan PPL menjangkau semua kelompok.

        Persoalan lain yang paling sering dialami oleh petani terkait   Antisipasi mengatasi persoalan yang muncul dari pupuk
        pupuk bersubsidi ini adalah ketidaktepatan waktu         bersubsidi dilakukan pemerintah dengan membentuk



         8
   5   6   7   8   9   10   11   12   13   14   15