Page 27 - Bulletin KRKP 001
P. 27
ATTIC | JANUARY 2016
Pergeseran Perempuan
dan Produsen PangaN
oleh Lily Batara
Sejarah manusia mengenal bercocok tanam muncul
Kemudian manusia, baik laki-laki dan perempuan
pada abad neolithikum dimulai dari mata pencaharian
membangun eksistensi hidup dan identitasnya dengan
meramu. Hasil studi yang dilakukan oleh Lee dan de
melakukan kerja tani (agriculture). Tanggung jawab
Vore dalam Vandana Shiva menunjukkan bahwa
terhadap pangan keluarga juga mulai meningkat. Lagi-
diantara pemburu dan peramu, perempuan
lagi, peran perempuan sangat besar dalam proses
menyediakan sampai 80% dari kebutuhan makanan
panjang rantai makanan sejak produksi hingga
sehari-hari, sementara dengan berburu, laki-laki hanya
konsumsi. Misalnya di Indonesia keterlibatan
menyumbang sejumlah kecil. Namun, sejarah mencatat
perempuan dalam system pangan 60%. Sistem
bahwa laki-laki sebagai pemburu adalah sumber nafkah
pertanian yang terbangun berskala keluarga, subsisten
utama zaman ini, mereka menemukan peralatan untuk
dimana perempuan mempunyai akses dan control
kebutuhan dasar dan menjadi pelindung masyarakat.
terhadap proses produksi mulai dari mengolah tanah,
Lebih lanjut Vandana Shiva menilai bahwa sebenarnya
merawat benih, pemeliharaan hingga panen bahkan
alam dan kaum perempuan lah secara historis
sampai tersedia untuk dimakan keluarganya. Pangan
merupakan penghasil pangan dalam pertanian alami,
yang dibudidayakan dan dikonsumsi juga berbeda-
berdasarkan aliran kesuburan secara berkelanjutan dari
beda disetiap daerah, disesuikan dengan kondisi alam
hutan dan ternak ke ladang.
dan kultur masyarakat. Kondisi ini menyebabkan
tumbuh dan terpeliharanya berbagai keanekaragaman
Ketika perkembangan perabadan manusia memilih hayati, termasuk keanekaragaman pangan.
untuk tinggal pada suatu tempat, maka mulailah
Orientasi pangan dari budaya bercocok tanam
manusia mengadaptasi cara-cara yang dilakukan
perempuan, meramu. Karena mengumpulkan makanan (agriculture) yang bertujuan untuk menyediakan
memerlukan pengetahuan menyeluruh tentang sumber pangan, bukan hanya untuk memenuhi pangan
pertumbuhan, pendewasaan dan pembuahan, maka keluarga, namun juga untuk memenuhi pangan bagi
kaum perempuan telah diakui sebagai pelopor keluarga yang sama sekali tidak dikenal oleh yang
pembudidayaan spesies hewan dan proses pemuliaan tanam (petani). Dalam hal ini pangan sangat lekat
tanaman. Lambat laun bercocok tanam menjadi mata dengan sosial kebudayaan tani, tetapi dalam
pencaharian utama dan kemudian berkembang menjadi perkembangannya makna bercocok tanam diperluas
suatu kebudayaan karena manusia selalu berupaya menjadi pertanian industry yang lebih berorientasi pada
untuk menyesuaikan dirinya dengan berbagai hasil (ekonomi). Terjadi perubahan dari melihat
perubahan yang terjadi disekitarnya sehingga pertanian sebagai proses memilihara bumi untuk
melahirkan suatu pola-pola tingkah laku yang baru. mempertahankan kemampuan bumi menyediakan
25

